Nasihat 'Nyesek' tentang Dunia
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Kali ini eln ingin murojaah majelis bersama Ustadzah Muna AlMunawwar di Potrosari tanggal 30-12-23. Seperti biasa, eln sangat sangat excited saat Beliau membahas ini, sebagian besar tentang 'dunia', ya walaupun kadang terbersit di dalam hati untuk cinta dunia, rasa-rasanya postingan ini akan jadi salah satu hal yang eln tuju untuk membacanya, insyaAllah. Oh iya, postingan ini pasti selalu ada kurang atau lebihnya, jadi, seperti biasa: او كما قال .. ☺️🙏
______
- Saat kita berpaling dari taman surga (majelis ilmu), maka surga mana yang layak kita datangi?
- Kalau kita benar seorang muslim yang beriman, seharusnya panggilan Allah, panggilan majelis, panggilan-panggilan kebaikan adalah panggilan yang paling kita rindukan, adalah panggilan yang kita condong ke dalamnya.
_______
((اَلدُّنْيَا مَلْعُوْنْ، إِلَّا ذِكْرُ الله وَ مَا وَالَاه))
((Dunia ini adalah tempat yang semuanya dilaknat, selain dzikrullah dan semua yang mengingatkan kita kepada Allah))
Misalnya; nonton TV, ketika isinya adalah semua yang dilaknat maka sepanjang kita menikmatinya, sepanjang itulah kita jadi bagian yang dilaknat Allah.
لَعْنَةْ: بَعِيْدًا مِنْ رَحْمَةِ الله
'dilaknat': jauuh dari rahmat Allah.
Nabi Muhammad Saw bersabda:
((Dunia itu isinya adalah:
1. Permainan (لَعِبْ)
Contohnya: hp kita aja banyak banget permainan di dalamnya, tempat-tempat wisata zaman sekarang pun banyak yang diisi sama permainan.
Kalau kita mau selamat, maka keluarlah dari golongan yang dilaknat Allah, keluar dari permainan-permainan. Mungkin kita anggap ini bukan dosa, tapi ia bagian dari 'dunia' yang Allah laknat, yang bikin kita jauh dari rahmat Allah.
Permainan itu yang seharusnya 'main-main' malah dijadiin 'serius' sama orang-orang. Bahkan sekarang ada orang yang membuat ruangan khusus gaming, dibikin sampai kedap suara, ada laptop gaming, kursi gaming, headset gaming, dll. Padahal rumah kita aja belum tentu ada musholanya, tapi malah kita adain ruangan khusus main game. Jadi, saat Anda lagi main game, ingeet bahwa saat itu juga Anda sedang jauh dari rahmat Allah.
Orang bilang, anak kecil kan memang waktu-waktunya main. Tapi banyak permainan yang tidak memberikan pendidikan untuk anak-anak kita. Jadi, kalau mau ajak anak main, pastikan permainannya yang mendidik.
((Temennya anak-anak itu turob (pasir/tanah)))
Sebab hal ini dapat mencerdaskan otak mereka.
2. Hal yang membuat lalai/ berpaling dari Allah (لَهْوُ)
#Fyi: di Masjidil Haram, keluar dan masuknya kita di Masjidil Haram disunnahkan pakai kaki kanan (karena tanahnya suci). Adapun kalau kita di masjid biasa, keluarnya sunnah pakai kaki kiri, masuk masjid sunnah pakai kaki kanan.
Nah, jangankan perkara lain, baru mau keluar dari Masjidil Haram aja isinya hal yang melalaikan, banyak pedagang yang jualan, sehingga yang kita inget pun abaya, parfum, coklat, dll. Sampai terkadang nggak dapat sholat di sana cuma gara-gara sibuk belanja. Maka, jadikan perjalanan kita di sana betul-betul untuk ibadah, kalau kita sadar bahwa ke sana niatnya ibadah, insyaAllah kita nggak masuk mall sama sekali.
Kita disuruh ke Mekkah sama Allah untuk ngerasain gimana susahnya perjuangan Rasul untuk ibadah (dulu dilarang sama kafir Quraisy). Maka niatkan di setiap pijakan/ langkah, barangkali itu tanah yang dulu dipijak oleh Rasul.
#NB: kalaupun dhorurot pengen beli sesuatu/ butuh sesuatu, maka pastikan:
1) Bener-bener beli karena darurat.
- Jangan mau direpotin orang, dititipin orang buat beli oleh-oleh macem-macem. Kan kita ke sana niatnya mau ibadah. Bilang aja ke mereka yang nitip, "Oh maaf saya nggak nerima titipan" 😃🤓☝🏻
2) Mau ambil berkah
Contoh:
- "Saya beli abaya ah, mau ambil berkah abaya madinah" ❌
- "Saya mau ambil berkah ruthob ajwa dari kebun Nabi Muhammad ✅ (karena di Indonesia nggak ada, dan ini hal yang ada hubungannya sama Nabi)
3) Sisanya, kita selipin niat mau bantuin ahlu Makkah dan Madinah di sana, karena pedagangnya dari Makkah dan Madinah, dan karena terkadang penjualnya ada yang sudah tua, kasihan, dll.
- Bisa jadi umroh/ banyak ibadah kita nggak diterima, karena kita sibuk dengan hawa nafsu kita, untuk memenuhi hawa nafsu kita (belanja)
- Umroh itu kesempatan untuk kita deket sama Allah, jangan disia-siain.
- Kita (sebagai tetangga) tuh nggak usah ngarepin oleh-oleh dari yang pergi haji/ umroh. Karena mereka itu mau perjalanan ibadah. Mereka yang mau umroh/ haji biasanya minta maaf dll, karena umroh & hajj itu perjalanan jihad, mereka sadar, bisa jadi mereka nggak balik lagi (wafat di sana, dst).
3. Perhiasan (زِيْنَةْ)
- Dunia itu isinya orang-orang yang repot sama perhiasan, yang repot numpuk-numpuk perhiasan.
- Contoh: memakai kerudung yang ada payet, mawar, dll.
- Pernah nggak kalau kita ke toko emas, lalu liat emas/ berlian sambil dzikir/ sholawat? Mungkin enggak kan? Jangankan lihat emas, kita lihat ikan di pasar ikan aja nggak ada yang kepikiran untuk dzikir. 😅🤓🤭
- Kalau mau pakai perhiasan, pakailah sewajarnya.
- Ada perhiasan Alhamdulillah, nggak juga nggakpapa.
- Berhenti menghias diri/ mencari perhiasan, tapi jadilah 'perhiasan' itu sendiri
((Dunia itu isinya perhiasan, tapi sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah))
- Ibaratnya nggak ada istilah "jeruk butuh jeruk", "kalung butuh kalung", maka kalau kita: "perhiasan itu nggak butuh sama perhiasan"
- Maka ada dan tidaknya perhiasan: biasa aja. Lihat kalung biasa aja, lihat cincin biasa aja.
- Kalau misalnya suami dateng dan ngasih satu set perhiasan. Pastikan kita bahagia dengan perhatiannya, bukan dengan perhiasannya.
- Ketika dirimu adalah sebaik-baik perhiasan, kita tidak akan tertarik dengan perhiasan apapun di atas muka bumi.
- Ternyata perhiasan dunia itu, semakin kita banyak pakai, semakin mengurangi/ meruntuhkan/ merendahkan nilai diri kita.
Contoh: kita pakai cincin 1, ada 'mata'nya kecil, itu akan terlihat manis. Tapi coba kalau pakai cincin banyak banget, yang lihat pun akan menganggap serem. Hatta walau orangnya santun, pasti kita tetap nggak akan suka lihat dia (perhiasan banyak itu akan menghilangkan keindahan kesantunannya).
Namun ada orang yang bajunya sederhana, nggak dihias-hias, jika kita lihat, saking tenangnya, bisa sampai nembus ke dalam hati. Tapi yang dihias-hias malah bikin kita su'dzon, nggak bikin tenang, dll.
Contoh: orang sudah tua tapi pakai baju ketat, make up tebel, apa yang diharap? Anda ngarep dipuji? Yang ada Anda akan jadi omongan orang. Inget umur! Kubur uda deket. Pakai yang pantes-pantes aja. Kalaupun ada yang muji, "aduuh, bajunya bagus banget" --> bohong!! Percayalah, dia cuma ngomong seperti itu di depan Anda. Di belakangnya Allahu a'lam.
Kita mau berharap apa sih dari manusia?
Misalnya, mau kondangan, rambutnya di blow, kerudung dilepas. Anda berharap dijunjung? Nggak ada yang junjung Anda. Yang ada, Anda direndahkan.
- Para walinya Allah, dunia itu dibuang-buang sama mereka. Dalam arti: "nanti buat keselamatan saya di akhirat", adapun kita, dunia itu disimpen-simpen, dihitung-hitung, dimasukin brankas, dll.
"Mulia itu ada bersama Allah"
Kalau kita jauh dari Allah, kita akan jauh dari kemuliaan.
Kalau Anda jauh dari Allah, tidak akan Anda dapati kecuali kehinaan di atas kehinaan.
Allahu a'lam.
Komentar
Posting Komentar