Kunci Kesuksesan Penuntut Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Tidaklah sukses seseorang di dalam ilmu, kecuali dengan menghormati ilmu. Dan tidaklah jatuh/ gagal di dalam ilmu, kecuali karena sebab meninggalkan penghormatan kepada ilmu. Seperti halnya dalam perkara dunia, kalau seseorang meremehkan profesinya, ya dia akan gagal di dalam profesinya..

Kalau kamu sudah bisa mencintai ilmu, menghormati, memuliakan ilmu dan segala hal yang berkaitan dengan ilmu (misalnya: kitab, guru, bahkan tas), maka kamu akan sukses.

Suksesnya ilmu itu barokah. Barokah ilmu itu kalau kita sudah bisa mengamalkannya.. sehingga kalau kita mengajak orang kepada ilmu, ia akan dibuka hatinya oleh Allah (menjadi manut/ mengikuti).

Jadi, kalo seseorang punya ilmu banyak, tapi ia nggak bisa mengamalkannya walaupun 10%, artinya : ilmunya tumpul/ nggak barokah. Kata shohibu Zubad "amalkanlah ilmu mu walaupun 10%"..

Contoh, adab makan itu ada 40, dari adab makan yang 40, apakah kita bisa mengamalkan 5 saja yang pokok? Atau sama sekali enggak?

Diantara adab makan:
- baca bismillah dan doa
- makan dengan tangan kanan
- makan dengan duduk, bukan makan sambil berdiri apalagi sambil berjalan
- makan sambil bicara yang baik2, bicarain ilmu, cerita-cerita baik (tidak dianjurkan makan dengan diem-dieman/ bicara yg buruk)
- mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
- baca doa setelah makan

Allahu a3lam.

#Sekilas tentang ta'lim bersama Abah KH Yahya Al Mutamakkin pagi tadi (kitab Ta'limul Muta'allim)
Senin, 6 Mei 2024 (27 Syawal 1445 H)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan