Nasihat Pernikahan

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Pada kesempatan kali ini, eln mau sharing pembahasan tentang nikah yang pernah disampaikan oleh Ummi Nafis (istri daripada Abah KH Yahya Al Mutamakkin) pada tanggal 13 November 2018.. Singkat cerita, saat itu pembahasan ini disampaikan menjelang pernikahan mbak Puji dan Ustadz Ridwan, dan santri yang boleh ikut ngaji bab ini hanya santri yang besar-besar, adapun santri yang masih belum berumur sekian tahun saat itu disuruh ta'allum di pondok. Nah, Alhamdulillah eln kebagian 'jatah' belajar bab nikah di PMM lama. Saat itu eln excited banget dengerin dan catet nasihat Ummi, karena eln merasa sama sekali jarang atau bahkan belum pernah belajar tentang bab nikah.. 😅🤭 Bagi mbak-mbak PMM yang saat itu hadir menyimak juga, jika ada kesalahan dari apa yang eln ketik, monggo bisa disampaikan nggih, eln perbaiki, insyaAllah.
__________________________
Pernikahan itu bukan hanya penyatuan fisik, tapi juga penyatuan misi, tujuan, harapan-harapan, bahkan diharapkan keduanya nanti dapat berkumpul lagi di akhirat.

Suami menempati seperti tempatnya 'raja' atas 'rakyat'nya.

Laki-laki-lah yang mengatur kemaslahatannya seorang perempuan. Mengatur, mendidiknya, dan bersungguh-sungguh di dalam menjaganya.

Di dalam sebuah keluarga nggak semua bisa jadi imam. (Maksudnya: istri dan suami sama-sama berperan menjadi imam/pemimpin).

Kalau ada pandangan, jangan terburu-buru untuk memutuskan.

Tugas Suami:
1. Pemberian (nafkah)
2. Usaha.

Laki-laki itu qowwam/
قوامون (pemimpin)

Kenapa Laki-laki sebagai pemimpin?
Karena ia yang diberi tugas untuk memenuhi kebutuhan istrinya.

Di dalam Al Qur'an disebutkan:
< dengan perkara yang Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, yaitu sesungguhnya Allah mengutamakan laki- laki di atas para wanita dengan beberapa hal >
Yaitu dalam hal akal dan agama, seorang laki-laki lebih baik dibandingkan perempuan.

Mereka (laki-laki) lebih bagus di dalam mengatur, kuat di dalam bekerja, di dalam ketaatan, di dalam menegakkan syariat & kekuasaan, serta dalam menjadi saksi, dalam wajibnya jihad, sholat Jumat, tambahan dalam pembagian warisan, dan kepada suami-lah kembalinya nasab.

Laki-laki itu mikirnya lebih banyak, istilahnya 'kepalanya 2', dipikir dulu, lebih santai/ apa-apa dibikin santai, lebih cuek, lebih bisa nyimpen duit (pelit).
Kalau perempuan, banyak bicara (istilahnya 'mulutnya 2'), pengennya cepet, lihat sesuatu pengen beli.
Adapun laki-laki, tidak boleh menyerahkan semua uangnya ke perempuan.

Kenapa laki dikasih warisan lebih banyak?
Karena kewajiban laki-laki adalah anak dan istrinya, ia masih punya 2 tanggungan itu.
Tapi wanita, warisannya hanya untuk dirinya sendiri, ia nggak berhak ngasih ke suami/anak.

Pesan untuk perempuan:
"Jadikan dirimu 'rakyat' yang taat kepada 'pemimpin'nya."

Perempuan-perempuan yang shalihah, yaitu perempuan yang taat dan menjaga dirinya ketika suaminya pergi, yaitu menjaga rumah-rumah mereka, harta benda, dan kehormatannya.

Kriteria perempuan shalihah, yaitu yang qanitat (wanita yang taat), yang kalau ada apa-apa tuh dipikir dulu, ndak ngeles, ndak mbantah, kalau ada yang ndak setuju disampaikan.

Ia yang menjaga dirinya ketika suaminya ndak ada. Yaitu menjaga:
- Rumah-rumah suaminya
Misalnya: ndak pergi keluar rumah tanpa seizinnya
- Kehormatannya
Misalnya: ndak sembarang menerima tamu di rumah
- Hartanya
Misalnya: ndak foya-foya

Di dalam hadits, disebutkan:
((Sebaik-baik wanita adalah wanita yang jika engkau melihat kepadanya maka akan menyenangkanmu, dan jika engkau memerintahnya maka ia akan taat kepadamu dan jika engkau pergi darinya, maka dia akan menjagamu di dalam hartamu, dan dirinya))

Yang wajahnya sumringah, nggak cemberut, jika hatinya sedang sumpek/tidak maka dia tetap senyum.

Pesan ummi Nafis: mulai sekarang, latihan senyum! Orang kalau dikit-dikit senyum, 'kan bisa menyenangkan orang lain.

Jadilah orang yang amanah!
Istri boleh ambil harta suaminya, tapi hanya dipakai untuk hal yang manfaat.

Harus peka! (Punya dzouq/ rasa)
Yang paham, ohhh ia ngerti suaminya suka yang kayak gini, nggak suka ini, dll.
Misalnya: kalau suami dateng, jangan cerita macem-macem yang bikin pusing.

Kisah Umi Salamah, seorang perempuan yang ngerti pada suaminya.
Suatu hari suaminya pergi; Beliau dipasrahi anak-anak, harta, dll. Suami tersebut pergi berbulan-bulan, dan ketika itu anaknya sakit. Di suatu malam, Umi Salamah mendapat kabar bahwa suaminya akan pulang, akan tetapi, anaknya yang sakit itu meninggal dunia. Saat suaminya tiba, Ummi Salamah menyambutnya dengan hangat.
"Ahlan wa sahlan wahai suamiku"
Lalu dipeluklah suaminya itu, disambut, dilayani dengan baik, tanpa menunjukkan raut kesedihan sama sekali, bahkan dikisahkan ia sempat bergaul di malam tersebut dan belum sempat menceritakan tentang anaknya yang meninggal. Kemudian ketika dirasa waktunya sudah pas untuk mengabari kepada sang suami, Umm Salamah berkata dengan kalimat yang indah:
"Wahai suamiku, seandainya kita punya barang, barang itu milik orang lain, suatu ketika barang itu diambil, boleh nggak kita marah?"
Suaminya menjawab, "enggak"
Lalu Beliau menimpali, "ketahuilah bahwa sesungguhnya anak kita telah kembali kepada Allah."
Kemudian singkat cerita, terdapat kabar dari malaikat bahwa mereka akan diberikan ganti / dikaruniai 7 anak yang ahli Qur'an dan akan menjadi pejuang-pejuang Islam.

Lalu ada pesan lagi dari Ummi Nafis:
Jangan jadi wanita lebay, ada apa-apa, disharing keluar (dibuat status), karena keluarga kita itu milik kita.

Suami adalah 'pakaian' bagi istri, dan juga sebaliknya.
Fungsi pakaian:
- saling menutupi kekurangan,
- saling melindungi dari hal-hal ndak baik,
- saling mempercantik bagi pasangan.

Yang terpenting adalah komunikasi.
Paling enak itu ngobrol yang banyak, sharing sama suami.
Jangan sampai kita tau orang lain, tapi kita nggak tau tentang suami kita atau suami lebih tau tentang orang lain daripada tau tentang kita.
Sampaikan kalau ada yang kita nggak seneng.

Suatu ketika Rasul saw bersabda/ berkata pada sayyidah Fathimah.
"Fathimah, datanglah pada wanita yang akan pertama kali masuk surga" (yaitu sayyidah Muthiah)
#NB: akan tetapi sayyidah Fathimah yang akan menjadi pemimpin wanita-wanita ahli jannah.
Nah, Sayyidah Muthiah ini rumahnya kecil, ketika masuk ke rumahnya, akan didapati handuk, rotan, dan kipas yang ada di 'cantolan' paku.
Kemudian Sayyidah Fathimah menyampaikan maksud kedatangannya.
Sayyidah Muthiah mengatakan, "Suamiku adalah seorang yang pekerja keras, ia sering capek. Saat ia sampai ke rumah, aku kipasin, aku handukin.."
Intinya; perlakuan Sayyidah Muthiah amat baik pada suaminya.
Lalu ketika Sayyidah Fathimah kembali, Rasulullah bertanya:
"Lho, sudah pulang? sudah dapat ilmu apa?" (او كما قال)

Suami, ia adalah 'kusir' yang akan membawa 'kereta' mu.

Perbedaan istri zaman dulu dan zaman sekarang:
Istri zaman dulu: saling qonaah (menerima).
Zaman sekarang: banyak yang nggak terimaan.

Jangan sampai kita lebih percaya pada orang lain daripada sama suami / sebaliknya.

Tentang Nusyus.
Adapun wanita yang engkau mengira/ menyangka/ tampak dari mereka tanda-tanda nusyus, peringatilah mereka akan siksanya Allah, dengan ucapan "Ittaqullah (bertaqwalah kamu kepada Allah), takutlah kamu pada Allah, atas mu hak, dan kembalilah kamu pada perkara yang wajib atasnya. Dan ketahuilah, sesungguhnya taat padaku adalah kewajiban atasmu."

Nusyus itu:
Perempuan yang lagi marah/ ngambek, membangkang, membuat suami sumpek, kalau dipanggil ia pura-pura nggak dengar.
Maka perempuan ini perlu dirayu dulu, dinasihatin, kalau nggak 'mempan' jauhilah mereka dari ranjang mereka agar mereka merasa dijauhi, dan akhirnya mereka akan mikir/ introspeksi.
Jadiii.. seorang suami menjauh sebentar dari istrinya dalam rangka introspeksi diri.
Adapun batas marahnya istri dan suami nggak boleh lebih dari 24 jam.
Setelah itu, kalau nggak 'berhasil' juga, maka boleh memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan yang tidak merusak kepada tulang dan tidak melukai badan.

Kisah Nabi Ayyub.
Beliau adalah salah satu nabi paling sabar.
Nabi Ayyub as. mendapat cobaan kebakaran, penyakit, istri-istrinya minta cerai. Kemudian Beliau bernazar, jika Beliau sembuh, Beliau akan memukul istrinya 100x, lalu saat sembuh, Nabi Ayyub mengikat ilalang berjumlah 100, kemudian dipukulkan dengan lembut ke istrinya sebanyak 1x.

Kalau mereka (seorang istri) sudah taat pada kalian (ndak nusyus lagi). Janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyakiti ke perempuan tadi/ untuk mendzoliminya.
Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang 'Aliy dan Agung.

Pesan:
Jangan membahas masa lalu kepada suami!
Jangan kasih celah syaithan untuk mengusik rumah tangga mu.

Ketika memang sedang membahas masa lalu, Jawab saja: "ah, itu udah dulu" (maksudnya, nggak perlu dibahas lagi)
Jangan malah kita cerita: "saya dulu gini, dulu disenengi sama fulan, dulu saya deket sama fulan, dll..."
Se-sabar apapun suamimu, dia juga punya cemburu. Karena nggak semua suami siap menerima itu.

Kamu (istri) harus tampak sempurna di hadapan suami.

Ketahuilah wahai wanita, sesungguhnya haknya suami atas wanita, adalah hak-hak yang paling agung.

Diriwayatkan Imam Tirmidzi, Nabi bersabda:
((Jika aku memerintah kepada seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan perempuan untuk sujud kepada suaminya))
Yaitu sebagai gambaran dan agungnya hak suami yang harus dipenuhi istrinya, maka bagi seorang perempuan wajib untuk memenuhi hak suaminya, agar ia dapat fadhilah/ keutamaan yang besar.

((Seorang perempuan, jika telah melaksanakan sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan taat pada suami, maka ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki dari pintu-pintu surga))

Urusan suami haruslah mengalahkan hajat/ kebutuhan dirinya.

Pandanglah suami sebagai orang yang paling utama.
Sehingga hati kita pun terobati. Jangan pandang ia dengan 'semua' mata. Namun lihatlah kebaikannya aja, jangan inget yang jelek.

Besarkan/ tampakkan kebaikan suami, walau kecil, sehingga ada rasa syukur. Apa-apa kejelekan suami, yang tau hanya kita, dan sebaliknya.

Jangan biasa curhat sama orang tentang kekurangan suami mu, nanti akan ada orang ketiga yang ikut campur.

Godaan tiap orang itu pasti pengennya curhat, tapi TAHAN!!

Kisah salah satu temennya Ummi Nafis, namanya kak Syifa.
Beliau orang masya'allah, pintar menutupi kekurangan suami, ia ingin menampakkan bahwa suaminya mampu, karena keluarganya yang lain memang orang-orang yang tergolong mampu semua, maka kak Syifa sampai beli perhiasan untuk dipakai di hadapan keluarga besarnya.

Tunjukkan bahwa suami kita orang yang paling baik, paling tanggung jawab.

Perempuan yang shalihah lebih baik dari 1000 laki-laki yang tidak shalih, dan perempuan yang melayani suaminya 7 hari maka dikunci 7 pintu neraka, dan dibuka baginya 8 pintu surga, yang ia masuk dari pintu mana saja dengan tanpa hisab, dan memohonkan ampun untuk wanita-wanita yang taat kepada suaminya burung-burung yang ada di udara dan ikan-ikan yang di air, dan para malaikat yang ada di langit, bahkan matahari dan bulan selama perempuan tadi di dalam keridhoan suaminya.
Intinya: dengan kemuliaanmu, ketaatanmu, kamu dapat keutamaan doa dari alam semesta.
Karena sesungguhnya meremehkan hak nikah (laki-laki), itu merupakan dosa yang besar.

Perempuan yang berwajah cemberut di hadapan suaminya, sehingga menjadikan suaminya sumpek/ suntuk, maka ia berada di dalam kemurkaan Allah, sampai suaminya tertawa lagi.

Komunikasi yang baik!
Buat surat, misalnya: "kalau aku cemberut, beliin es krim ya,," atau lain sebagainya.

Cemberut boleh, tapi jangan lama-lama, cepet balik..

Nabi Muhammad Saw. bersabda:
((Tidaklah seorang wanita berkata kepada suaminya.
'Aku tidak melihat darimu kebaikan', kecuali Allah akan hapus amalnya 70 tahun, walaupun ia puasa di siang hari, dan sholat di malam harinya.))
Contoh: kamu itu lho, nggak pernah baik, nggak pernah ngasih aku bla bla bla..dst.
Jadi, kalau ada yang kita kurang sreg, ucapkan: "afwan, saya kurang suka ini,..."

Lihat kondisi, tau waktu, kapan curhat/ menyampaikan sesuatu.

Sebenernya, yang bisa bikin watak suami, adalah istrinya.
Kalau kau amanah, ia akan amanah.
Kalau kau adab, ia akan adab.
Apa yang kita tanam, akan kita panen.

((Dari haknya suami atas wanita, jika mengalir dari lubang hidungnya suami darah dan nanah, dan nanah yang kental, maka menjilat perempuan tadi pada hidung tersebut, itu pun dia belum memenuhi haknya suami))

Jangan mentang-mentang udah baik sama suami, dianggap dirinya penting/ berjasa untuk suami..
#NB: ini nasihat untuk suami maupun istri.
Yang seperti ini akan menyebabkan suami sebel sama kita, menganggap kita wanita yang banyak nuntut.

Kemudian di dalam Kitab Tadzkirotul Hadromiyah halaman 108.
Tentang besarnya hak suami yang harus dipenuhi istrinya.
Kisah Sayyidah Asma' binti Abu Bakar (kakaknya Sayyidah Aisyah) menikahi sahabat Zubair (laki-laki miskin), ia hanya punya 1 kuda. Tugasnya Beliau itu mengurusi kudanya Zubair, nunggu makanan kuda sambil masak, ngasih air ke kuda, dan rela berjalan kaki berkilometer untuk mengurusi kuda. Sampai-sampai Sayyidina Abu Bakar mengirim pembantu untuk ngurusin keperluan Asma'.
Lalu Sayyidah Asma' berkata: "Seakan-akan ayahku ini hendak memerdekakanku"

Alangkah indah yang diucapkan Al Fazari kepada putrinya di malam pengantin anaknya (Asma' bint Kahariyah Fazari):
"Wahai anak putriku, sesungguhnya engkau keluar dari kehidupan yang engkau berada di sana, menuju ke kehidupan yang engkau belum mengenalnya dan teman hidup yang engkau belum mengetahuinya, maka jadilah engkau bumi baginya, maka ia akan jadi langit bagimu. Jadilah engkau hamparan, maka ia akan menjadi tiang yang engkau akan bersandar kepadanya, dan jadilah engkau budak perempuan, maka, ia akan menjadi budak bagimu, janganlah kau bermuka masam dihadapannya, maka ia akan menjauhimu, dan janganlah kau menjauhinya, maka ia akan melupakanmu. Jika engkau melihat dirinya dalam keadaan terdiam, ingin menyendiri, maka jauhilah dia. Jagalah penciuman-nya, pendengarannya, pandangannya, jangan sampai ia mencium darimu kecuali yang wangi, dan janganlah ia mendengar kecuali kebaikan, dan janganlah ia melihat kecuali kecantikan."

Maksud dari "bumi": tempat kehidupan, harapan, tempat munculnya sesuatu baginya.
Maksud dari "langit": menaungi.
Maksud "hamparan": tempat istirahat.
Maksud "jauhi": jangan dekat dia dulu.

او كما قال.
Allahu a3lam.
Kurang lebih seperti itu ringkasan pembahasan tentang nikah yang disampaikan Ummi Nafis.
_________________________
Tambahan, saat Telaga Ramadhan 8 kemarin, Ustadzah Niina AlMunawwar membahas salah satu hadits yang cukup relate dengan bahasan ini.
Nabi Muhammad saw. bersabda:
((Ada 3 hal yang tidak akan terangkat sholat mereka di atas kepala mereka walaupun sejengkal:
1. Seseorang yang mengimami/ memimpin suatu kaum, dan kaum tersebut benci kepada pemimpin tadi,
2. Seorang istri yang tidur (di malam hari) dan suaminya dalam keadaan murka ke atas dirinya,
3. Dua orang saudara yang saling bertengkar/ berselisih))

Poin 1: berlaku baik itu seorang yang memimpin suatu kaum (kepemimpinan) atau imam di dalam sholat.
Poin 2: Seorang perempuan yang tidur (di malam hari), dan suaminya ke atas dirinya dalam keadaan murka.

Ada satu kisah, Sayyidah Fathimah pernah bikin kesel Sayyidina Ali, ada 1 kalimat yang membuat Sayyidina Ali nggak suka. Lalu Sayyidina Ali diemin, Sayyidah Fatimah minta maaf sampai-sampai Beliau tawaf-in Sayyidina Ali sebanyak 70x, dari saking bener-bener Beliau ingin minta maaf. Akhirnya dimaafin dan Beliau (Sayyidina Ali) pergi keluar menuju masjid, Beliau tidur di masjid, dan saat ketemu Nabi, Sayyidina Ali dapet julukan 'aba turob' (wahai orang yang terselimuti oleh pasir). Lalu Nabi bilang ke Sayyidah Fathimah:
"wahai putriku, jika sampai engkau meninggal dalam keadaan suamimu nggak ridho ke atas dirimu, aku nggak akan mensholati jenazahmu." (او كما قال)
#hikmah dari kisah ini: segitu bernilainya ridho seorang suami teruntuk istrinya.
Semoga kita bisa mencontoh kebaikan-kebaikan dan nasihat pernikahan ini, menjadi istri yang baik, shalihah, dan taat, juga mendapat keridhoan Allah, Nabi, dan suami.. fii khair wa luthf wa 'afiyah..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan