Bahaya Makanan Syubhat dan Harom, serta Keutamaan Makanan Halal
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Kesempatan kali ini, eln ingin memenuhi janji eln di entri yang sebelumnya (bisa di cek di sini), eln ingin tuliskan tentang bahaya makanan harom, syubhat, dan fadhilahnya makan makanan halal yang pernah disampaikan Ustadzah Niina AlMunawwar di majelis Kitab Washiyatul Musthofa (berisi nasihat-nasihat dari Rasulullah saw. kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah).
FYI (for your information), di awal kitab tersebut, disebutkan bahwa Nabi mengatakan kepada Sayyidina Ali bahwa barangsiapa mampu menjaga wasiat-wasiat ini (salah satunya nasihat tentang makanan yang akan disebutkan di entri ini), maka:
- Engkau akan hidup dalam keadaan terpuji/ mulia
- Engkau akan mendapat kematian syahid/ meninggal syahid.
#FYI: orang yang wafat syahid itu banyak banget keutamaannya, di antaranya: akan diampuni dosa-dosanya, ditampakkan tempat kembalinya kelak (yaitu surga), dan diberi mahkota yang mana 1 batu permatanya lebih baik dari dunia dan seisinya).
Oh iya, kalau syahid di zaman Nabi itu bisa dengan meninggal saat peperangan, nah kalau syahid di zaman ini, bisa dengan:
- wafat saat melahirkan (diriwayatkan, bahkan saat ibu itu hamil di luar hubungan pernikahan, atau ia punya dosa yang banyak, lalu ia wafat saat melahirkan, maka ia termasuk syahid) Allahu a3lam.
- wafat karena sakit perut (perut banyak cairan)
- wafat karena terkena wabah penyakit (طَاعُوْنْ)
- orang tenggelam
- orang terbakar
- ketimpaan/ kerobohan bangunan
- wafat saat mencari ilmunya Allah.
- Allah akan membangkitkanmu di hari kiamat dalam keadaan faqih (paham betul dengan "urusan" Allah, ilmu syariat, paham ilmu fiqih) dan keadaan 'alim (penuh ilmu)
Jadi, bismillah kita niat mengamalkan nasihat-nasihat dari Nabi di dalam kitab ini ya.. fii khair wa luthf wa 'afiyah.
________________
((Orang yang makan makanan halal, maka:
1. akan murni bersih/ suci agamanya,
2. hatinya akan 'lunak'/ lembut/ lentur, dan
3. jika ia berdoa, tidak akan ada hijab/ penghalang.....))
Dikisahkan, ada seseorang berdoa sampai bukan lagi air mata yang keluar dari saking ia benar-benar berdoa, namun doanya tak kunjung dikabulkan. Lalu, kata Nabi, "ini karena sebab makan makanan harom, pakaiannya haram, rizqinya harom" (او كما قال)
Bagusin makananmu, maka akan mustajab doamu..
________________
Nasihat Nabi yang berikutnya:
((Orang yang makan makanan syubhat (yaitu makanan yang samar/ nggak jelas halal/ haromnya), maka:
1. agamanya akan jadi nggak jelas juga (nggak punya pendirian),
2. hatinya gelap/ susah melihat cahaya/ sulit membedakan yang benar dan salah))
________________
Lanjutannya:
((Orang yang makan makanan harom (misalnya: babi, anjing, dan segala yang harom karena dilarang Allah), maka:
1. hatinya mati,
2. akan rentan agamanya (ia akan menggampangkan/ meremehkan agamanya, me-nomor sekian-kan urusan agama Allah, makin terkikis agamanya),
3. lemah keyakinannya/ lemah imannya,
4. Allah akan halangi doa-doanya (doanya akan terhalang/ terhijab), dan
5. ibadahnya akan minim kepada Allah (ia sangat berat untuk melakukan ibadah))
Dikisahkan, Sayyidina Abu Bakar pernah disuguhin makanan oleh budaknya. Lalu, denger-denger budak itu bilang kalau makanannya syubhat, seketika itu Sayyidina Abu Bakar langsung masukin jarinya ke dalam leher, sampai muntah. Budaknya cerita,
"Saya denger saking dalamnya Sayyidina Abu Bakr masukin jari, sampai-sampai bunyi kerongkongannya, seakan seluruh isi perutnya mau keluar, dari saking upayanya mengeluarkan makanan itu."
Kemudian budaknya bilang, "Wahai Abu Bakr, engkau mau bunuh diri?" (saking kuatnya mengeluarkan sesuatu yang dimasukkan ke dalam perutnya)
Kata Sayyidina Abu Bakr:
سَمِعْتُ مِنْ رَسُوْل الله : (( كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنَ الْحَرَامْ فَالنَّار أَوْلَى بِهِ))
"Aku mendengar dari Nabi saw., bahwa ((daging yang terdiri dari sesuatu yang harom, maka neraka jadi tempat yang pantes untuk dia kembali)), maka walau saya harus mengeluarkan nyawa untuk mengeluarkan makanan ini, maka akan aku keluarkan.."
Padahal itu makanan syubhat, Sayyidina Abu Bakar sampai segitunya untuk menjaga diri, nah apalagi dari perkara harom..
________________
Ustadzah juga menyebutkan satu hadits:
مَنْ اَكَلَ الْحَلَالْ عَطَاعَتْ جَوَارِحُهُ شَاءَ أَمْ أَبَی))
((orang yang makan makanan halal, maka ketahuilah, makanan itu akan menjadi penggerak tubuhnya untuk melakukan ketaatan, baik ia mau/ tidak,
((وَ مَنْ اَكَلَ الْحَرَامْ عَصَتْ جَوَارِحُهُ شَاءَ أَمْ أَبَى
dan orang yang makan harom, tubuhnya akan menjadi penggerak melakukan maksiat, baik ia mau/ tidak, sadar/ tidak))
Jadi, kalau kita masih punya su'dzon/ sangkaan buruk sama orang, masih suka melihat/ mendengar yang buruk, dll. coba cek makanan kita, apakah halal/ harom/ syubhat, karena ini berkaitan juga sama makanan yang kita konsumsi.
Di dalam hadits yang lain,
((Engkau sholat, berdiri tegak dengan sangat sempurna, namun kau tidak memperhatikan apa yang masuk ke dalam perutmu, maka Allah tidak akan menilai dengan sesuatu apapun))
Allah pun mengatakan kepada para RasulNya:
<Wahai Rasul-rasul, makanlah daripada makanan yang baik dan/ lalu kerjakanlah amalan-amalan shalih>
[QS Al-Mukminun: 51]
________________
Berikutnya, disebutkan pula apa saja makanan yang halal & makanan yang harom itu??
Menurut Imam Syafi'i,
Semua hewan itu halal, kecuali;
- Yang termasuk Harom di darat:
1. Bangkai (yaitu hewan yang mati tanpa disembelih)
Misalnya, kambing mati di kandang,
2. Darah,
Misalnya, saren/ dideh } merupakan darah yang mengalir yang dikumpulkan, lalu dibekukan.
Ada pertanyaan, bagaimana dengan hati? Hati halal, boleh, karena hati itu darah yang sudah menggumpal.
3. Daging babi, anjing dan keturunannya
4. Semua hewan yang tidak disembelih dengan nama Allah
5. Hewan yang mati karena dicekik
6. Hewan yang mati karena dipukul/ digebukin
7. Hewan yang dikejar lalu mati,
Misalnya, ada kambing jatuh di pucuk gunung setelah dikejar.
8. Hewan yang mati setelah diadu, lalu mati karena terkena tanduk temannya,
9. Hewan yang dimakan hewan buas, dan ada sisa tubuhnya, } ini termasuk pada bangkai
10. Hewan yang menjijikkan,
Contoh: tikus, kecoa, cicak, bekicot
11. Hewan yang bertaring.
- Yang termasuk Harom di Udara:
1. Yang punya cakar
2. Yang memangsa dengan paruhnya.
#NB: Jika salah 1 nya ada maka→harom.
- Yang termasuk Harom di Laut:
1. Hewan amphibi (hidup di 2 alam: darat dan air):
Contoh: katak, buaya, kepiting.
Kalau rajungan, jika ia hidup di 1 alam maka halal.
#FYI..
Ikan & belalang itu halal dalam keadaan apapun, entah dia sudah menjadi bangkai, tercekik, dll.
________________
Oh iya, walaupun kita memilih makan makanan halal pun, tetap perhatikan, jangan sampai kita kekenyangan yaa.. dalam satu hadits disebutkan,
((Kenyang dari makanan halal = sumber/ awal mula berbagai macam keburukan))
Maka, kalau ketemu makanan halal:
1. Secukupnya, yang penting ndak sampai kelaparan, ndak meninggal karena kita ndak makan.
Karena biasanya orang kalau sedikit makan, ia akan sedikit bicaranya, lalu ia akan sedikit tidurnya.. dan sebaliknya, karena ini berkaitan juga.
2. Berpuasa
Kata Nabi,
((صُوْمُوْا تَصِحُّوْا))
((Berpuasalah, maka akan kamu dapati ragamu sehat))
________________
Terakhir, pesan Ustadzah,
Kalau kita mau beli per-dagingan, harus jelas sanad-nya, bahkan disebutkan, para sahabat kalau mau makan kambing/ daging diurutin dulu sampai 5 sanad. 😃
Pintarlah memilah & memilih daging, bukan karena kita ribet, tapi karena sekali aja kita makan harom, ibadah kita sia-sia. Maka, paling minimalnyaaa cari yang ada label Halal MUI lah..
Allahu a3lam.
Komentar
Posting Komentar