Perdagangan yang Tidak Akan Pernah Rugi

 Bismillahirrahmanirrahim.l

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.

Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Kesempatan kali ini, eln mau sedikit sharing pembahasan tentang "perdagangan yang nggak akan pernah rugi", sempat disampaikan Ustadza Muna AlMunawwar saat membahas kitab Tadzkirotul hadromiyah..

Waktu itu, Ustadza cerita, "kok ada ya, orang yang di pagi hari masih tanya "hari ini saya mau ngapain ya?""
Nah kata Beliau, kalau yang mengatakan ini adalah orang beriman, justru mereka patut dipertanyakan keimanannya.. karna seharusnya orang beriman nggak bingung sama apa yang akan dilakukan..

Allah katakan dalam al Qur'an:
تِجَارَةً لَنْ تَبُوْرْ
<Ada perdagangan yang jika kau berdagang, maka tidak akan membuatmu bangkrut/rugi, bahkan kau bisa dapat keuntungan yang besar, yang tidak pernah kita bayangkan>

Kalau kita dagang sama manusia, pasti akan ada potensi kerugian, misalnya orang lain pakai uang palsu dll..
Adapun yang dimaksud "perdagangan yang tidak akan membuat kita rugi" ini adalah 'dagang' dengan Allah.. dan ini nggak banyak yang mau melakukan.

Maksud "perdagangan" sama Allah, yaitu di dalam setiap amal soleh kita, tanpa kita sadari, kita itu lagi dagang sama Allah, kita lagi 'nawarin' sesuatu sama Allah.

Misal:
Kita baca kalimat "baqiyat shalihat" (subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar), yg dalam sebuah hadits,
((Barangsiapa mengucap (dzikir tadi) 1x aja, maka:
- Allah akan bagikan baginya 100.000 kebaikan
- akan dihapus 100.000 keburukan
- akan diangkat 100.000 derajat))
Nah, dzikir ini sangat mudah, nggak butuh effort lebih, nggak perlu kita baca di tempat yang khusus, atau baca sambil ngos-ngosan. Tapi bahkan dalam 24 jam nya kita, kalau kita hitung-hitung, belum tentu kita nyampe melakukan 100.000 kebaikan.. sholat aja mentok-mentok 5x sehari (kalau nggak pake sunnah), dzikir paling 100x, dst..

Di hadits yg lain,
((Barangsiapa dalam sehari melakukan sholat sunnah 12 rakaat, Allah akan membangunkan baginya istana di surga))
Misalnya, kalo mau kita hitung, dari pagi itu ada yang namanya sholat qobliyah subuh, sholat isyroq, lalu sholat dhuha (ini aja kalau kita lakuin, udah 6 rakaat sendiri, padahal belum masuk jam 6 pagi/masih pagi lah),,

Terus Ustadza tanya, 'mana ada manusia yang kalo kita ngasih kebaikan 12x, terus dia ngasih rumah?' 😅
Jadiii, sebenernya rahmat Allah itu besaar, tapi banyak yang kita sia-siakan..

Kata Ulama,
Kalau kita dagang sama Allah, nggak akan pernah membuat rugi.

Jadi, kalau kita masih bingung, "hari ini mau apa/mau ngapain?"
"Hari ini saya mau dagang sama Allah"
Kalo udah punya mindset gini, maka kita tinggal persiapkan aja 'barang dagangan' kita sejak kita mulai melek mata, sampai kita akan tidur..

Contoh:
Kita mau hadir pengajian/majelis, kira-kira apa aja yang bisa kita persiapin untuk kita 'jual' ke Allah?
1. Niat/keikhlasan kita saat hadir, banyakin niat baik
Imam Junaid berkata: barangsiapa berniat dengan 1 niat shalih, maka ini bisa membuka 70 pintu taufiq
2. Senyum ke saudari-saudari kita
3. Salaman,,
Karna dikatakan, selama tangan kita menjabat, maka sepanjang itu dosa kita digugurkan Allah
4. Meluangkan waktu (dan ini udah otomatis, karna ketika kita hadir majelis, memang kita akan meluangkan waktu)
5. Infaq
6. Cara duduk
Nah, dulu dicontohkan oleh Syekh Abu Bakar bin Salim, Beliau itu selalu duduk tawarruk/tahiyat, bahkan di usia sepuh ndak pernah duduk selonjoran. Kata Beliau, "ini adalah duduknya seorang hamba di hadapan tuhannya"
Dan Beliau duduk seperti itu dalam keadaan lagi santai, maupun tidak. Karena Beliau tidak mendapati saat di mana Beliau tidak sedang bersama Allah (Artinya: Beliau selalu merasa sedang bersama Allah).

Dll

Kurang lebih seperti itu ringkasan dari penjelasan Ustadza Muna.
Allahu a'lam.

Allahu a3lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan