Sedang Diuji?
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Dalam satu maqolah disebutkan..
أشد الناس البلاء الأنبياء ثم لأمثال فأمثال
(او كما قال)
"Orang yang paling banyak/paling besar dapat bala (ujian, bencana, musibah) adalah para nabi, setelah itu yang sepertinya, dan kemudian yang sepertinya"
Jadi, mereka-mereka yang derajatnya sudah mendekati derajat kenabian, biasanya akan banyak dapat ujian dari Allah (karena derajatnya semakin tinggi di sisi Allah).
Contoh 'orang besar' di sisi Allah:
Beliau bernama Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad. Dikisahkan, Beliau ketika masih usia dini, saat di-bedong ketika bayi, ternyata di dalam bedongnya ada seperti sejenis scorpion/serangga lebih besar dari kalajengking dan Beliau sudah sekian kali/mungkin sekian hari tersengat. Kemudian di usia ± 4 tahun, Beliau terkena cacar (yang dibilang, kalau cacar itu nggak boleh diminyakin), namun saat itu saudaranya datang dan nggak tau kalau imam Haddad kecil sedang cacar, lalu Beliau diminyaki hingga akhirnya saat itu juga buta.. Dst. Namun, ternyata nama Imam Haddad masih harum terdengar di telinga kita saat ini sebab kedudukan tinggi yang Beliau miliki di sisi Allah.
Lalu, Ustadzah Niina berpesan,, meskipun ujiannya kita nggak sebesar ujian yang dialami para shalihin, ujiannya kita palingan apa sih? Meski ujian kita cuma mentok seperti skripsi, disertasi, dll.. Namun, setiap kali kita ketemu 'ujian', banyak-banyak inget bahwa "yang dapet ujian itu bukan orang kecil.. Tapi anbiya (para nabi) dan orang yang derajatnya udah mau dideketin ke derajatnya anbiya."
Jadi, ketika kita dapat ujian,
"oh, berarti saya mau dijadiin 'besar' sama Allah"
'Besar' di sini bukan berarti besar di hadapan manusia, namun besar di sisi Allah.. Orang yang besar di hadapan manusia, belum tentu besar di hadapan Allah.. Tetapi orang yang besar di hadapan Allah, ia pasti besar di hadapan manusia.
Allahu a'lam.
- Petikan penyampaian Ustadzah Niina Al Munawwar
Komentar
Posting Komentar