Bebas Melakukan Apapun di Dunia, tapi Ingat...!!

 Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Di suatu hari, saat pembacaan hadroh sayyidah Khadijah ra.., Ustadzah Niina menjelaskan 3 makna tentang arti "hadroh"..

Salah satu maknanya adalah " istihdhorul madzkuuriin" (menghadirkan orang-orang yang disebut/dibaca di dalam hadroh), seperti menghadirkan nama Nabi Muhammad, sayyidah Khadijah, para ulama, orang sholeh, orang mulia dst..


🤔 Terus, kenapa kok kita perlu nyebut-nyebut nama mereka?

Jawaban Ustadzah, karena mereka ituu, jika kita menyebut namanya, maka mereka akan hadir bersama kita..

إذا ذكروا حضروا

🤔 Pertinyiinnyi,, lahh, kan mereka udah meninggal, gimana bisa hadir?

Nah, di sini Ustadzah Niina membacakan 1 ayat yg bunyinya..

وَقُلِ اعۡمَلُوۡا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُوۡلُهٗ وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ

[QS At Taubah: 105]

<Kerjakanlah semua amalan yang ingin engkau lakukan (mau itu perbuatan baik/jelek, to'at/ma'siat, bener/nggak bener), tapi pastikan 1 hal bahwa) setiap amalan yg kita lakukan:

1. Allah Maha Melihat. Allah itu nggak mengantuk, apalagi tidur. Allah pasti tau apa yang kita lakukan, meski kita ngelakuinnya ngumpet-ngumpet/ terang-terangan

2. Nabi Muhammad saw. pasti juga tau. Sebagaimana Nabi juga bersabda dalam hadits:

((Akan tampak/dilaporkan seluruh daripada amalan perbuatan kalian di kuburku, jika laporan itu baik, aku memintakan rasa syukur yang luar biasa pada Allah. Namun jika sebaliknya, aku akan segera memintakan ampun kepada Allah)) (او كما قال)

3. Orang-orang beriman yang Allah pilih menjadi kekasihNya pun akan dapat 'laporan amal' kita. Jadi, hidup dan matinya para nabi dan shalihin itu nggak ada bedanya..>


Ada 1 kisah..

Saat itu Abu Darda, punya paman.. Nah, pamannya ini ikut perang sama Nabi, lalu meninggal syahid. Setelah wafat pamannya tersebut, Abu Darda sangaaat berhati-hati agar tidak melakukan maksiat walau sekecil apapun keburukan (namun sebelum wafat pamannya, Beliau pun sudah pasti sangat berhati-hati sama yang namanya maksiat).. Lalu ia ditanya sama temannya, dan dijawab, "saya menjaga amanah paman saya, karena Beliau ingin saya jadi orang baik/orang yang bener dalam mengikuti Nabi.. Kalau saya nggak bener, paman saya akan tau di alam kuburnya dan bersedih" (kurang lebih seperti itu penjelasan Ustadzah)


Hikmahnya:

Ketika kita ingin melakukan keburukan atau maksiat, ingatlah bahwasanya amalan kita akan dilaporkan juga kepada Nabi dan orang-orang mukmin.. Kira-kira mereka sedih nggak sih kalau tau kita masih ngelakuin keburukan di dunia..? 😭😭

Yang orangtuanya sudah meninggal, usahakan agar kita kirimi doa dan bacaan Fatihah untuk mereka, palinggg minimaaal setelah kita sholat, dst.. supaya mereka seneng di alam kubur.

Allahu a'lam.

#nasihat pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan