Tentang Waktu
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Salah seorang guru eln, Beliau: Ustadz Mochlisin, pernah memberi suatu nasihat, kurang lebih seperti ini:
"Kenapa kok ada orang yang kelihatannya hidupnya tenang, santai, sedangkan kita penuh khawatir, takut? Ya karena kita masih sering memikirkan masa depan yang seharusnya bukan ranah kita untuk memikirkan.. Udah, jalanin aja kehidupan mu saat ini, urusan 'nanti sore gimana', 'nanti malam gimana', 'besok mau apa', 'mau ngapain', 'makan apa', ngga usah dipikir, itu urusan nanti.. Itu ranahnya Allah. Kita hanya perlu mikir/ ngejalanin hidup saat ini, detik ini.. Hidup itu dibikin enak aja, ibadah, kerja, belajar, makan, dll.."
Nah, mendengar nasihat tersebut, eln jadi teringat ada sebuah maqolah yang relate juga tentang hal ini, pernah disebutkan oleh Ustadzah Niina Al Munawwar..
ما مضى فات والمؤمل غيب
و لك الساعة ألتي أنت فيها
Kurang lebih penjelasannya seperti ini:
"Yang sudah berlalu, maka telah terlewat, (jangan kita larut memikirkannya terus, karena waktu yang sudah berlalu nggak akan bisa kembali lagi)..
Dan waktu yang akan datang adalah sesuatu yang ghaib, (Samar, tidak ada yang tau tentang masa depan, maka kita juga tidak perlu terlalu memikirkan, hingga akhirnya kita jadi panjang angan-angan),,
Dan yang sekarang engkau punya/ yang sekarang menjadi modal yang seharusnya engkau pikirkan adalah saat ini..
(Maka, di saat ini, ayo bergerak, dan mulailah melakukan sesuatu)."
Oh iya, eln juga teringat, salah satu nasihat yang pernah disampaikan oleh gus Ahmad Al Hadi Mutamakkin saat membahas muqoddimah Aqidatul Awam di PMM dulu, kurang lebih Beliau menyampaikan: "saat ini kalian ngaji, kalian belajar aja, nggak usah mikir "besok mau jadi apa", besok jadi apa itu urusan Allah, terserah Allah mau jadiin kita seperti apa nanti, yang penting sekarang (fokus) ngaji.."
Nah, jadi, ya sudah.. Intinya semua tentang waktu, saat ini yang bisa kita lakukan hanya ikhtiyar, berupaya maksimal untuk menggunakan waktu-waktu kita, usia kita di dalam kebaikan.. Untuk kita yang saat ini sekolah/ kuliah, fokuslah di sekolah/ kuliahnya; yang bekerja, fokuslah dengan kerjaan; yang saat ini ngaji, fokuslah ngaji, dst. Namun, ketika kita memang sedang ada rencana lain, misalnya kita mau ada ujian, liburan, kondangan, nikahan, ngisi seminar/ webinar, janjian ketemu sama orang, atau yang lain, ya nggakpapa kita persiapin mulai sekarang, karena persiapannya kan memang nggak bisa mendadak.. 😅😂Meskipun kita ikhtiyar, tapi tetap, hasilnya serahin ke Allah.. Urusan hasil, biar Allah yang menentukan yang terbaik untuk kita. Terakhir, eln ingin tutup dengan kalamnya Imam al Haddad yang kemarin disampaikan Ustadzah Niina juga,, hehe..
"Seorang muslim itu, kekayaannya terletak pada waktunya. Dan waktu yang kita punya adalah umur yang masih diberikan Allah kepada kita.."
Ibaratnya orang berdagang yang pasti membutuhkan modal, nah, umur kita itu adalah modal kita. Kalau kita mau dapet untung di dunia-akhirat, maka gunakan modal yang sudah Allah kasih dengan menggunakannya di jalur yang benar, di jalan yang dengannya kita bisa mendapatkan keridhoan Allah Swt.
Semoga Allah Swt. mengampuni kesalahan-kekhilafan kita, senantiasa membimbing kita di dalam kebaikan dan keridhoanNya, serta berlemah-lembut terhadap takdir kita semua.. fii khair wa luthf wa 'afiyah.. Aamiin.
Allahu a'lam.
Komentar
Posting Komentar