Minta-lah Walaupun Hanya Garam
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Berikut ini hikmah yang eln dapat dari Bu Nyai..
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Jumat, 2 Desember 2022, eln berkesempatan pergi berdua dengan salah satu teman eln ke daerah Ungaran.. Karena saking temen eln ini adalah salah satu temen kami yang pernah dan lumayan lama mondok, maka teman-teman lainnya biasa manggil dengan sebutan 'bu nyai'.. Hehee.. Setelah selesai agenda rihlah kami, kami fota-foto di salah satu view tempat tersebut dan sebelum pulang, kami saling 'bertukar' kalam hikmah dari view yang kami lihat ini.. *NB: Gambar view-nya bisa dilihat di akhir entri ini yaa.. hihihi..
"Ketika kita melihat bangunan, gedung, rumah dari dekat, kita akan merasa itu sangat besar.. tapi jika kita melihat dari jauh, ternyata hal-hal tadi terlihat kecil.. Begitu juga dengan impian dan keinginan kita, kita mungkin ngerasa itu semua terlalu besar untuk kita dan nggak mungkin didapat, tapi jika kita melihat dari 'kacamata' Allah, semua yang dirasa besar dan mustahil tadi sangat kecil dan mudah bagi Allah untuk mengabulkan.. karena memang Allah Yang Maha Memiliki segala sesuatu.." (kurang lebih begitu).
Temen-temen tersayangg,, yang namanya 'doa' itu kan nggak terbatas waktu dan tempat yaa, mau kita berdoa di manapun dan kapanpun, bisa.. Kemarin Ustadzah Niina Al Munawwar sempat membahas ini di salah satu majelis Beliau.. Beliau berpesan, "senantiasa mintalah kepada Allah walaupun hanya garam.."
إِسْأَلُوْا للَّهَ وَلَوْ كَانَ مِلْحً
Seketika eln juga jadi teringat, dulu Ustadzah Muna al Munawwar pernah melarang kami untuk mengatakan "minta" selain kepada Allah.. Kan sering tuh, kalau misalnya temen kita punya makanan, terus kita pengen, kita akan bilang "minta makanannya dong".. Atau ketika lagi pilek, kita butuh tisu dan temen kita punya, kita auto bilang, "minta tisu yaa", dst..
Lah, memangnya kenapa? Kan normal-normal aja.. 🤔
Jadi gini gaes,, sebisa mungkin kita biasain, sekecil apapun, seremeh apapun, kita mintanya ke Allah.. Karena disebutkan bahwa, sekali kita meminta pada manusia, maka akan dibukakan baginya 70 pintu kefakiran di sisi Allah Swt., dan di maqolah yang lain: semakin seseorang minta ke manusia, maka ia akan semakin dihinakan oleh Allah (wal'iyadzubillah)..
Terus gimana kalau kita memang lagi butuh tisu, pengen makanan, permen, dll. seperti contoh yang tadi?
Nah, dalam hal ini, coba kita ganti kata "minta" menjadi kata yang lain, misalnya "mau", "tolong", dan lain sebagainya..
Contoh:
- "minta makanannya dong"❌--> "eh,, mau makanannya dong"✅
- "minta tolong hidupin kipasnya" ❌--> "tolong hidupin kipasnya" atau "boleh tolong hidupin kipas?"✅
- "minta tisu yaa"❌ --> "mau tisu nya yaa.." ✅..
Sebuah pengingat yang disampaikan oleh Ustadzah Niina juga, bahwa sesungguhnya Allah itu senantiasa mengijabah setiap doa kita lho..
'Kan Allah berfirman:
«أدعوني أستجب لكم»
«Mintalah kepada Ku, maka akan Aku kabulkan»
Allahu a'lam.
Di dalam firman Allah ini, Allah tidak menggunakan lafadz "أجب لكم" (Aku akan mengabulkan untukmu saat ini juga), akan tetapi Allah menggunakan lafadz: "أستجب" ( Aku pasti akan mengabulkan).
Mengapa?
Karena siapa di antara kita yang tau, apakah permintaan kita itu baik atau buruk buat kita? Siapa yang tau di antara kita, hal yang kita harap, hal yang kita minta-minta ke Allah luar biasa, hal itu bener atau nggak bener? Hal itu membawa kebaikan atau ke-mudhorot-an untuk kita? Nggak ada yang tau. Karena segala sesuatu 'fil 'ilmil ghaib', itu adalah urusannya Allah Swt.. Yang tau hari ini nya kita, yang tau se-jam kedepan, yang tau 10 tahun kedepannya kita, cuman Allah.. Bisa jadi sekarang Allah kabulkan, bisa jadi 2-3 hari lagi Allah kabulkan, sebulan lagi, setahun dua tahun, atau bisa jadi akan dikabulkan nanti, sebagai permintaan akhiratnya kita.. Namun, pasti, doa kita akan dikabulkan Allah Swt.
Dan salah satu syarat ketika kita berdoa adalah dengan disertai keyakinan.. "Ketika doamu tidak engkau iringi dengan suatu keyakinan, jangan harap doamu menjadi doa yang dikabulkan".. Terakhir, eln sertakan kutipan hikmah dari Ustadzah Niina Al Munawwar:
"Sebagaimana janji-Nya dalam kitab suci: 'Mintalah pada-Ku, maka akan Ku kabulkan', maka peganglah firman-Nya. Mintalah, bermodal keyakinan utuh pada-Nya. Keyakinan, akan Ia Satu-Satunya yang mengabulkan. Semoga harapku dan harapmu senantiasa terijabah pada waktunya. Waktu terbaik menurut Allah dan Rosul-Nya."
Fii khair wa luthf wa 'afiyah..



Komentar
Posting Komentar