Keinginan Rabb atau 'Abd?
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Ada suatu maqolah:
الناس في التفكير والله في التدبير
- Disampaikan oleh Ustadzah Niina AlMunawwar.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Kali ini lagi ingin share kutipan mauidhoh hasanah dari Ustadzah Niina al Munawwar yang mungkin cukup 'menampar' diri eln sendiri.. Entri kali ini bertema tentang keinginan Rabb atau 'abdun (seorang hamba)..
الناس في التفكير والله في التدبير
Seperti apapun seorang manusia merencanakan sesuatu, serapi apapun manusia berencana atas segala sesuatu, di atas itu semua ada Allah Yang Maha Penentu, ada Allah Sebaik-baik Pengatur dan Yang Maha Pemilik Keputusan..
Di dalam hadits qudsi, Allah sampai mengatakan:
((أنا أريد و أنت تريد، والله يفعل ما يريد))((Saya punya keinginan, engkau pun punya keinginan, tetapi di atas setiap keinginan yang ada, hanya Allah yang akan melakukan apapun yang Allah inginkan))
Keinginan kita, keinginan manusia menjadi keinginan nomor 2 setelah daripada keinginan Allah.. Maka sebaik-baik hamba, dan setinggi-tinggi derajat seorang hamba adalah hamba yang mampu ridho dengan segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita.. Hamba yang ridho adalah hamba yang bisa menerima, mampu menerima setiap pemberian yang diberikan oleh Allah Swt., karena semua yang diberikan oleh Allah, hakikatnya adalah hadiah..
Dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.., Beliau adalah orang yang shabir wa syakir, paling baiknya orang yang bersabar dan paling baiknya orang yang bersyukur. Tidak ada yang lebih baik dalam sabar dan syukur, kecuali Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. itu dalam tiap keadaan yang diberikan Allah, pada saat senang, ketika yang diterima baik, hal yang diberikan Allah Swt. sesuai dengan apa yang diharapkan Nabi Muhammad saw., Beliau akan mengatakan:
اَلْحَمْدُ لِلَّه اَلَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتْ
Terima kasih banyak yaAllah, yang mana dengan seluruh pemberian kenikmatan yang Engkau berikan, maka semakin sempurna setiap kebaikan yang akan kami lakukan..
Namun jika yang diberikan Allah tidak sesuai harapan, diluar dari apa yang kita inginkan, maka kata Nabi,
اَلْحَمْدُ لِلَّه عَلَى كُلِّ حَالٍTerima kasih banyak yaAllah atas setiap keadaan yang Engkau berikan..
Kenapa selalu ber-terima-kasih? Kenapa selalu memuji Allah, kenapa selalu mengucap tahmid sedangkan yang diterima nggak sesuai dengan harapan kita?
Karena ketika kita mampu menerima, kita akan mendapat pahala.. Dan saat kita tidak terima apa yang diberikan Allah, tapi kita pun juga tidak mungkin bisa mengubah takdirnya Allah, kita mengeluh, kita nggak terima, justru yang akan kita dapatkan adalah bagian dosa dari sisi Allah Swt.
Allahu a'lam.
- Disampaikan oleh Ustadzah Niina AlMunawwar.
Komentar
Posting Komentar