Niat Mendapatkan Kebaikan di Manapun

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

     Al Habib Zein bin Smith dalam kitabnya Manhajus Sawiy menyebutkan bahwa niat adalah asas/ pondasi dalam setiap amal, dan adanya niat tersebut dapat mensucikan setiap perbuatan. Tidak ada satu amalan pun yang diangkat oleh Allah kecuali disertai dengan niat.

Ustadzah Niina Al Munawwar pernah menyampaikan, bahwa ilmu itu terbagi menjadi 3 bagian,
- hati (niat)
- lisan
- jawarih (perbuatan)
Sebagai contoh, jika kita mencari ilmu tanpa disertai niat, maka telah hilang dari kita 1/3 dari ilmu itu..

     Nah, jadi niat itu adalah perkara yang cukup penting untuk kita. Bahkan pada kitab hadits apapun, akan kita temukan hadits pertama yang disebutkan selalu berkaitan dengan niat. Kita ketahui juga, niat itu tempatnya ada di hati manusia. Kita tak pernah tau apa niat dibalik setiap perbuatan seseorang, untuk itu, diharapkan kita selalu berbaik sangka (berhusnudzon) kepada semua hambaNya Allah, tak terkecuali..

Tetap Mendapatkan Pahala seperti apa yang Kita Niatkan
Dalam satu hadits, Rasulullah Saw. bersabda:
((مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ، وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ فَيُصَلِّيَ مِنَ اللَّيْلِ، فَغَلَبَتْهُ عَيْنُهُ حَتَّى يُصْبِحَ، كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى، وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ))
((Barangsiapa seorang hamba yang mendatangi tempat tidurnya, dan sebelum tidur ia berniat ingin bangun di malam hari (untuk qiyamul lail), namun ternyata ia nggak bangun, maka Allah tuliskan apa yang ia niatkan, dan sepanjang tidurnya, ia tertulis sebagai orang yang bersedekah di sisi Allah))

Hadits yang lain juga disampaikan Ustadzah:
((Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, membaguskan wudhunya, tetapi ia terlambat sholat berjamaah (ia menjadi makmum masbuk), maka ia mendapatkan pahala orang yang sholat berjamaah dari awal sampai akhir, tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun)) (au kama qola)

Imam Abdullah bin 'Alawi Al Haddad dalam fushul 'ilmiyyah menyebutkan,
"Kalau kalian mendengar suatu keutamaan (fadhilah) dari amalan baik, majelis baik, dan engkau ingin hadir di dalamnya, atau kau bisa hadir, namun harus meninggalkan perkara lain yang juga penting, maka, niatkanlah untuk mengerjakan amalan itu dan berazamlah untuk mengerjakan amal shalih tersebut ketika urusan kita telah selesai, sehingga kau akan tercatat sebagai orang-orang yang melakukan amalan baik tersebut." (au kama qola)

Berikut ini salah satu niat/ doa yang diajarkan oleh guru-guru kita jika kita belum bisa hadir ke majelis kebaikan:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْحَاضِرِيْنَ مَعَ الْحَاضِرِيْنَ مِنْ أَهْلِ الْحُضُوْرِ
(Allahummaj'alna minal haadhirin ma'al haadhirin min ahlil hudhuur)
"Ya Allah, jadikanlah kami daripada orang yang hadir, bersama orang yang hadir daripada ahli hudhur (orang yang hadir hatinya)"

     Ustadzah Niina Al Munawwar juga mengajarkan kepada kita satu niat atau doa, yang diijazahkan oleh Al Habib Husein bin Muhammad Al Hasni; dibaca setelah kita membaca doa bangun tidur seperti biasa (Alhamdulillahilladzi ahyana ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyur), kemudian berniat:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ نَوَيْتُ أَنْ أَحْضُرْ كُلَّ الْخَيْرْ وَ أَنْ أَفْعَلْ كُلَّ الْخَيْر
(Allahumma inni nawaitu an ahdhur kullal khair wa an af'al kullal khair)
"Ya Allah, saya niat untuk hadir di dalam setiap kebaikan, dan niat untuk melakukan setiap kebaikan"

     Disebutkan bahwa para salafuna shalih mengajarkan kepada anak-anaknya untuk mengamalkan niat ini. Jika kita mengucapkan niat ini dengan benar, maka kebaikan apapun, di manapun, kapanpun kebaikan itu, kita akan mendapatkan bagiannya. Hatta walau di pedalaman atau 'ujung dunia' manapun, maka kita nggak akan ketinggalan pahalanya. Allahu a'lam..

  Semoga Allah senantiasa meridhoi setiap langkah kita, merahmati dan melindungi kita, dan memberikan kita keistiqomahan dalam kebaikan. Fii khair wa luthf wa 'afiyah.. Aamiin yaRabbal 'alamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan