Amalan Sebelum Pergi Tholabul Ilm

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Ustadzah Muna Al Munawwar pernah menyampaikan,
     Jika kita akan pergi, ingin keluar dari rumah kita untuk menuju majelis ilmu, maka hendaknya kita memperbanyak beristighfar.. Kenapa memperbanyak beristighfar? Agar Allah membersihkan 'tempat turunnya' ilmu Allah, yaitu hati kita.. Jika kita telah sampai di tempat majelis ilmu, namun hati kita masih kotor, hati kita masih 'keras', maka setiap kebaikan atau nasihat yang disampaikan tidak akan ada yang 'masuk' ke dalam hati kita. Diibaratkan ada sebuah bola yang keras, lalu dilemparkan ke dinding, ianya akan 'mental' (red: memantul).

     Abah KH Yahya Al Mutamakkin pun pernah ngendikan, salah satu adab dalam menuntut ilmu adalah membersihkan 'wadah' (yaitu hati), karena sirr ilmunya Allah hanya akan diberikan kepada pemilik hati-hati yang bersih.
     Ibarat kita punya madu termahal, terus ada orang datang pengen ambil madunya, tapi wadah / toples mereka kotor kena tanah.. kita pasti nggak akan mau ngasih madu itu, eman-eman, madu mahal kok disimpan di wadah yang kotor.. jadi, kita tentu akan suruh orang itu untuk bersihin dulu wadahnya, lalu boleh ambil madunya..

     Baru-baru ini juga kan diselenggarakan acara Haul Habib Abu Bakar Gresik, dan ada salah satu nasihat yang menurut eln cukup relate yang disampaikan di acara tersebut, kurang lebih seperti ini:
"orang datang majelis itu bagus, namun lebih bagus lagi jika ia datang dengan hati yang miskin"

Hati yang miskin itu yang kek mana?
Hati yang merasa dirinya bukan sesuatu, merasa dirinya tidak memiliki ilmu, hati yang merasa butuh dengan ilmu, butuh hidayah Allah, bukan hati yang merasa dirinya sudah punya ilmu, sudah penuh dengan ilmu..
     Seperti halnya dengan zakat. Zakat itu kan ditujukan hanya untuk orang-orang fakir, miskin dll. sesuai ketentuan asnaf zakat. Nggak ada yang namanya 'zakat untuk orang-orang kaya', kan? Nah, ternyata ilmu pun demikian, Allah juga akan memberikan sesuatu yang banyak, hanya kepada orang yang merasa dirinya nggak punya apa-apa. Bukan kepada orang yang merasa hatinya udah kaya dengan ilmu dan lain sebagainya, maka, apa lagi yang harus ditambahkan Allah ke dirinya dia?
Allahu a'lam..

يا الله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan