Penyesalan Tsa'ban

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Merupakan rezeki yang teramat agung yang kita terima, adalah dimilikinya ketenangan di dalam jiwa, kebersihan hati, kesehatan badan, dan pikiran yang sehat/ selamat.. Yang mana ke-empat hal ini tidak akan didapat, kecuali dengan mendekat kepada Sang Pencipta.

Dikisahkan oleh Ustadzah Muna Al Munawwar di dalam dars Beliau di Madrasah Kauman..
Ada seorang sahabat bernama Tsa'ban (atau Tsauban).. Beliau di dalam kesehariannya selalu menghadiri sholat berjamaah bersama Rasulullah Saw. dan menempati tempat di pojok sebelah kanan..

Namun suatu ketika, Beliau saw. tidak mendapati Tsa'ban ada di tempatnya.. Rasul Saw menunggunya, akan tetapi Ia tidak hadhir juga. Seusai daripada melakukan sholat, Rasul Saw bertanya kepada para sahabat, "Wahai sahabatku, adakah di antara kalian yang mengetahui di mana Tsa'ban?".. Namun, tidak ada satupun jawaban yang terdengar.. Rasul bertanya lagi, "Adakah yang mengetahui di mana rumah Tsa'ban?", dan ada salah seorang yang menjawab "saya tau, ya Rasulullah." Kemudian diantarkanlah Rasul saw ke sana..

Sesampainya di rumah Tsa'ban, dan Rasul saw bertemu dengan istri Tsa'ban.. Istrinya mengatakan bahwa Tsa'ban telah meninggal dunia pagi tadi.. Namun, ada 3 ucapan dari suaminya, yang bahkan istri tersebut tidak memahami artinya.. Ucapan tersebut adalah:

1. Ya Allah, kenapa tidak lebih jauh?
Rasul Saw menjelaskan bahwasanya ketika Tsa'ban mengalami sakaratul maut, Allah tampakkan kepadanya amalan-amalan yang semasa hidupnya ia lakukan. Allah tampakkan perjalanannya dari rumah menuju ke masjid yang ia tempuh kurang lebih selama 3 jam untuk mengikuti sholat jamaah dengan Rasulullah saw. Ya Allah.. Dengan segala kenikmatan dan ganjaran yang didapat oleh Tsa'ban, segitunya pun Beliau masih merasa menyesal.. Kenapa tidak lebih jauh lagi rumahnya... Agar lebih banyak lagi ganjaran yang ia terima.. Maka gimana keadaan kita, yang kalau ada majelis ilmu berjarak jauh sedikit, kita malas mendatanginya.. :(

2. Ya Allah, kenapa bukan baju yang baru yang saya berikan padanya?
Artinya, saat itu Allah sedang tunjukkan ganjaran ketika Tsa'ban hendak pergi ke masjid, udara di kota itu teramat dingin.. Kemudian Tsa'ban masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil baju lagi. Dan ia memakai baju yang double. Baju barunya ia pakai di dalam, kemudian baju lamanya ia pakai diluar.

Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seseorang, namun ia melepaskan pakaian lamanya, dan memberikan pada orang tersebut, lalu menuntun orang itu untuk ikut sholat dengan Nabi.
(Pesan yang disampaikan Ustadzah Muna saat itu,, ubahlah mindset kita, kalau memberi ke orang, maka berikanlah sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita punya.. Allah memberi pahala yang besar karena Tsa'ban memberikan baju lamanya kepada orang yang juga kedinginan, namun Tsa'ban menyesal, kenapa tidak ia berikan baju yang terbaik, sehingga ia mendapatkan pahala yang lebih besar lagi..) :(

3. Ya Allah, kenapa saya bagi.. Kenapa tidak saya berikan semuanya?
Ucapan ketiga ini, Allah sedang tunjukkan ganjaran dari amal baiknya di saat ada orang yang kelaparan menemuinya.. Sedangkan ketika itu Tsa'ban memiliki 1 roti dan 1 gelas susu.. Lalu Tsa'ban membagi roti tersebut menjadi 2 potong, dan membagi susu ke dalam 2 gelas.. Sehingga Tsa'ban menyesal kenapa tidak ia berikan semua perbekalannya, melainkan malah membaginya menjadi 2.. :(
_____________________________________________________________________
Hikmah dari kisah ini,,
Kelak, ketika kita sakaratul maut, kita pun akan menyesal atas amal shalih yang kita lakukan.. Sebab, Allah juga akan menunjukkan rekaman kita semasa hidup..
Cukuplah kita sudah bermain-main dengan kehidupan kita, umur kita semakin berkurang, waktu kita kian menipis.. Sedangkan amal shalih kita belum banyak, dan ma'siat-ma'siat terus kita dawamkan..
Rabbana faghfirlana dzunubanaa.. :((

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan