Kalimat Penutup Setiap Doa

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh..
Alhamdulillahi Rabbil 3alamin.
Allahumma shalli wasallim 3ala sayyidina Muhammad wa 3ala aalih washohbih.

Setiap manusia pastinya memiliki hajat dan harapan, baik di dunia, maupun di akhirat..
Keduanya hal itu yang setiap hari pula kita 'tuang'kan di dalam doa-doa kita kepada Allah..
Dan bukankah kita semua tentu menginginkan kebaikan dari apa-apa yang kita minta kepada Allah?
Pasti...
Dan di sini kami pernah diberikan 1 ilmu oleh guru kami, Ustadzah Muna al Munawwar..
Ilmu yang sangat kita perlukan, untuk tercapainya kebaikan yang kita impikan.

Ustadzah pernah menyampaikan..
Setiap engkau berdoa, akhirilah doamu dengan ucapan "fii khair wa luthfin wa 3afiyah"..
"فِي خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَ عَافِيَة"
Yang artinya kurang lebih demikian: Di dalam kebaikan, kelembutan, dan keselamatan dari Allah.

Lalu apa sih faedahnya membaca kalimat tersebut?
Karena tidak semua doa yang kita ucapkan itu mencakup kebaikan,, pasti deh selalu ada kurangnya, entah kita yang lupa menyebutkan, atau apapun itu..

Contoh nih..
Dikisahkan ada seorang laki-laki yang setiap harinya ia selalu makan hanya 1x dalam sehari.. Akan tetapi, setiap hari pula, laki-laki ini berdoa agar ia bisa makan 2x sehari..
Singkat cerita,, ia mengalami suatu kasus yang kemudian membuat laki-laki ini dipenjara..
Naah, selama dia ni berada di dalem penjara, dia selalu diberi jatah makan 2x sehari..
.
Maksudnya gimanaa??
Doa si laki-laki ini terkabul,, yang awalnya cuma makan 1x sehari, akhirnya ia bisa makan 2x sehari.. Bener kan? Karena sesuai sama keinginannya...
Teruuus? Kenapa harus dipenjara?
Yaa itulah perlunya kita akhirkan setiap doa kita dengan ucapan "fii khair wa luthf wa 3afiyah"..
Karena apa yang kita inginkan tuh selalu ada yang 'terlupa'/ 'tertinggal' untuk kita ucapkan..
Bisa jadi ketika laki-laki tersebut menutup doanya dengan kalimat "fii khair wa luthf wa 3afiyah", Allah akan berikan makan 2x sehari dengan cara terbaik yang telah Allah persiapkan, bukan dengan cara si laki-laki masuk penjara terlebih dahulu..

Faham yaa inshaAllah?

Atau, coba deh eln kasih contoh lain..
Misalkan ada perempuan berdoa,, "Ya Allah, berikan kepada saya laki-laki untuk dijadikan suami, yang memiliki kriteria berwajah tampan, menawan, kaya, baik, dermawan, rumahnya banyak, mobilnya banyak.. Aamiin."
Nah,, yang disebutkan oleh si perempuan adalah kriteria yang diharapkan oleh si perempuan... Walhasil, Allah kabulkan keinginan dia..
Allah beri ia suami yang ganteng, kaya, super baik, seneng sedekah, punya banyak rumah dan mobil... Tapi, (maaf), ia sering sakit-sakitan, seneng judi, atau seneng main wanita, misalnya..
Gimanaa??
Allah kabulkan doanya, namun selalu ada 'cacat' dari apa yang ia inginkan..

Maka dari itu,, Ustadzah Muna sampaikan ini kepada kita, agar kita lebih berhati-hati dalam setiap apa yang kita minta,, bukan berarti nggak boleh minta sama Allah,, namun agar kita tetap menyandarkan setiap harapan dan doa kita kepada Allah.. Dengan menyerahkan jawaban terbaik yang memang telah Allah siapkan untuk kita..

Allahu a3lam..
Untuk setiap kekurangan, mohon dimaafkan..
Semoga Allah Swt mengkaruniakan kepada kita hati yang senantiasa mampu bersyukur dan bersabar atas setiap ketentuanNya, dan Allah Swt berikan kepada kita yang terbaik.. fii khair wa luthf wa 3afiyah..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan