Jaminan Double Rizqi bagi para Penuntut Ilmu Allah

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
 
Allah menaikkan derajat untuk orang yang berilmu dengan beberapa derajat dibanding dengan hamba Allah yang lainnya.. Dan Allah memberikan jaminan rizqi khusus bagi para penuntut ilmu Allah SWT.

قال رسول الله ص :(( ان الله تكفل لطالب العلم برزقه))
Rasulullah SAW bersabda: ((Sesungguhnya Allah mencukupkan rizqi bagi para penuntut ilmu)).

Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad berkata: "Kecukupan rizqi yang dimaksud dalam hadits ini adalah tambahan rizqi dari Allah SWT setelah pemberian rizqi yang telah Allah tetapkan unt para hambaNya,dan juga kemudahan di dalam mencari nafkah harta"
 
Jadi jangan mengira kalau anak-anak yang belajar di Pondok pesantren itu akan susah mendapatkan rizqi,,karena mereka mendapat jaminan langsung, double rizqi dari Allah SWT.

Sering kita lihat para manusia memuliakan 'ulama,memuliakan para kekasih Allah SWT bahkan semua orang ingin berkhidmah kepada beliau.. Tapi apakah para kekasih Allah meminta untuk dimuliakan? Apakah mereka meminta untuk diagungkan?
Tidak,, mereka tidak pernah memintanya..
Allah SWT yang menggerakkan semua hambaNya untuk memuliakan Beliau, dan Allah menggerakkan dunia untuk menjadi khadim bagi hamba yang menyerahkan dirinya kepada Allah, berjuang di jalan Allah..

Bahkan jika kita melihat kehidupan para kekasih Allah,tanpa perlu mengucap permintaan, Allah akan berikan lebih dari yang mereka butuhkan..
Janganlah pernah terbesit di dalam hati bahwa engkau akan rugi jika bersama Allah..

Sebagian besar orang berkata,
"wah nanti kalau saya belajar di Pondok, saya ngga bisa kerja, ngga dapet uang"

Ini adalah pemikiran orang-orang yang jauh dari Allah,, orang-orang yang tidak memahami bahkan tidak mengenal siapa Tuhan mereka,, Dzat yang Maha memberikan ganjaran lebih dari apa yang mereka lakukan..

Kalau kita saja sebagai seorang hamba memberikan perhatian yang lebih kepada orang-orang yang kita cintai,,maka bagaimana dengan Allah??
Bagaimana jika Allah mencintai seorang hamba..??
Belum sempat seorang hamba meminta, belum sempat seorang hamba mengangkat tangan, belum sempat seorang hamba mengeluh, Allah yang akan lebih dulu memperhatikan kebutuhan&keinginan mereka,, hambaNya yang dicinta..

YaRabb.. bersamailah kami selalu.. Bimbing kami untuk menjadi kecintaanMu. Izinkan kami mencicipi ketenangan hidup bersamaMu yang tidak ada yang kami inginkan kecuali bersamaMu. Dan Engkau adalah Dzat yang Maha Memberi segala Sesuatu, dalam kebaikan, kelembutan dan sesuai dengan kemampuan kami untuk menerima dan bersyukur atas kasih sayangMu..

-Ustdzah Muna AlMunawwar


Mereka sungguh luar biasa...
Kesibukan kuliah dan UAS yang sedang mereka jalani ternyata tidak menyurutkan semangat mereka dalam menghidupkan syiar-syiar Islam.
Yang mana kita ketahui pula bahwa syiar Islam terbesar adalah Al Qur'an dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
Larutnya malam dan rintikan hujan pun tidak menghalangi mereka untuk menghadiri majelis-majelis ilmu. Itulah sebabnya, aku sangat menyayangi mereka semua... Mereka, baik yang ada didepanku saat itu, dan yang ada di samping kanan dan kiri ku.
Kagum dengan semangat mereka. Kagum dengan ilmu mereka.
Ingatkah? Bahwa orang yang menuntut ilmu Allah, Allah akan memberikan rezeki yang dobel, untuk mereka dan orang tua mereka. Aku yakin itu.
Ingatkah? Bahwa majelis ilmu merupakan taman dari taman-tamannya surga di dunia. Maka hadirilah taman surga di dunia, niscaya akan kau dapati hati yang senantiasa tenang dan rindu kepada Sang Pencipta, juga kepada kekasihNya Shallallahu 'alaihi wasallam.
Guru-guru di sini juga sangat luar biasa, aku yakin darinyalah akan muncul generasi-generasi Islam yang luar biasa.
Dan aku yakin pula dengan sangat, mereka akan menjadi orang-orang yang sukses di kemudian hari.
Terima kasih telah memberikan begitu banyak pelajaran.
Lokasi: Masjid Muhajirin Kalingga, Banyumanik (2016).
.
#pmmsemarang #maulidnabi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan