Kemuliaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Mukhtasor Mjl bersama Ustadzah Niina AlMunawwar.
Ahad, 26 Juni 2022
Berdasarkan kalender qomariyah/ hijriyah, terdapat 12 bulan Islam, yaitu:
1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul Awwal
4. Rabiul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya'ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulqi'dah
12. Dzulhijjah
dan di antara 12 bulan tersebut, Allah pilih 4 bulan harom, yaitu bulan Dzulqi'dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rajab. Bulan harom di sini artinya adalah bulan yang dimuliakan. Pada bulan-bulan tersebut, kita diharomkan untuk melakukan perbuatan keji atau dzolim. Selain itu, setiap amalan kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan, bahkan di dalam suatu riwayat akan dilipatgandakan sebanyak 700 x lipat atau lebih, dan puasa di dalam bulan harom memiliki keutamaan puasa yang besar setelah puasa di bulan Ramadhan.
Saat ini, kita sedang berada di salah satu bulan harom, yaitu bulan Dzulqi'dah. Bulan depan, kita pun masih berada di bulan harom, bulan Dzulhijjah. Allah Swt. berfirman di dalam Al Qur'an surah Al Fajr,
وليال عشر
<Dan demi malam yang sepuluh..>
Ustadzah menjelaskan, apabila Allah bersumpah dengan suatu hal di dalam Al Qur'an, berarti hal tersebut adalah sesuatu yang mulia. Maka di sini, ada beberapa riwayat mengenai 10 malam yang disebutkan di dalam surah Al Fajr;
1. Yaitu 10 malam terakhir bulan Ramadhan, yang kita kenal dengan malam lailatul qodar.
2. Yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, dan inilah pendapat yang muktamad.
Amalan kebaikan yang dilakukan di bulan Dzulhijjah lebih besar pahalanya dibandingkan jihad fii sabilillah. 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, baik siang dan malamnya adalah mulia, akan tetapi, waktu yang paling mulia dari hari tersebut adalah waktu siangnya. Maka dari itu, kita disunnahkan untuk berpuasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjahnya. Diriwayatkan juga oleh istri-istri Nabi bahwa ketika tiba bulan Dzulhijjah, maka Nabi Muhammad Saw. memperbanyak puasa.
Rasulllah Saw. bersabda: ((Terdapat hari-hari yang sangat dimuliakan oleh Allah Swt., di mana amalan kebaikan yang kalian lakukan sangat dicintai Allah)) (au kama qola).
Lalu apa amalan yang dapat kita upayakan untuk menyambut 10 hari bulan Dzulhijjah?
1. Sholat,
Perbaikilah dan sempurnakan sholat wajib kita, dan berusaha untuk menambahkan sholat sunnah rawatib.
Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum (qobliyah) maupun setelah (ba'diyah) melaksanakan sholat wajib. Sholat sunnah rawatib dibagi menjadi dua,
a. Muakkad (yang amat dianjurkan)
- 2 rokaat sebelum subuh
- 2 rokaat sebelum dzuhur
- 2 rokaat setelah dzuhur
- 2 rokaat setelah maghrib
- 2 rokaat sebelum isya
- 2 rokaat setelah isya
b. Ghairu Muakkad (kurang dianjurkan)
- 2 rokaat sebelum dzuhur
- 2 rokaat setelah dzuhur
- 4 rokaat sebelum asar
- 2 rokaat sebelum maghrib
2. Melaksanakan sholat subuh berjamaah, lalu memanfaatkan waktu setelahnya dengan berdzikir atau amalan kebaikan lainnya hingga terbit matahari, kemudian 16 menit setelahnya melaksanakan sholat isyroq sebanyak 2 rakaat. Nabi Muhammad Saw. bersabda, pahala melaksanakan amalan tersebut dihitung seperti pahalanya melaksanakan haji dan umroh dengan sempurna, sempurna, sempurna.
3. Meningkatkan interaksi kita dengan al Qur'an.
Interaksi dengan Al Qur'an terbagi menjadi 3;
a. Qiro'atul Qur'an, yaitu membaca Al Qur'an. Kalau bisa, kita upayakan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini kita mampu mengkhatamkan Al Qur'an.
b. Tilawatul Qur'an, yaitu kita tidak hanya membaca, namun juga mentadabburi ayatnya atau memahami ayat yang kita baca.
c. Tahfidzul Qur'an, yaitu menghafal Al Qur'an.
Kenapa kita harus berinteraksi dengan Al Qur'an? Karena Al Qur'an mampu menjadikan seseorang diistimewakan Allah, sebagaimana Allah mengistimewakan Al Qur'an.
Al Qur'an diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan, maka Allah mengistimewakan Ramadhan dengan menjadikan Ramadhan sayyidul syahr (pemimpinnya bulan).
Al Qur'an diturunkan di hari Jumat, maka Allah mengistimewakan hari Jumat dengan menjadikan Jumat sayyidul ayyam (pemimpinnya hari).
Al Qur'an diturunkan dan dibawa oleh perantara malaikat Jibril as., kemudian Allah mengistimewakan malaikat Jibril menjadi pemimpinnya para malaikat.
4. Memperbanyak infaq.
Infaq adalah memberikan sesuatu berupa materi, uang, atau barang kepada orang lain. Berusahalah untuk menginfaqkan sesuatu yang terbaik dari apa yang kita miliki.
5. Memperbanyak shodaqoh.
Rasulullah Saw. bersabda:
((كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَة))
((Setiap kebaikan yang dilakukan merupakan sedekah))
Jadi, sedekah ini tidak terlalu spesifik, tidak harus berupa materi, uang, atau benda. Apapun jenis kebaikan yang kita lakukan, baik itu menyapu masjid, membantu teman atau orang yang sedang kesulitan, tersenyum kepada keluarga atau teman, mendoakan orang lain, menyingkirkan duri atau kerikil yang bisa membahayakan orang lain pun juga termasuk sedekah.
6. Bermuhasabah/ introspeksi diri.
Muhasabah memang sudah sebaiknya kita lakukan setiap hari. Lalu apa saja yang kita muhasabah-i? Mulailah dari hal yang mudah terlebih dahulu, yaitu setiap anggota yang kita gunakan untuk berwudhu (anggota wudhu), karena anggota wudhu kita adalah anggota tubuh yang paling banyak melakukan dosa. Mulai dari tangan kita, mulut kita, wajah (mata), kepala (isi kepala/ isi pikiran kita), telinga, kaki, dll.
7. Perbanyak berdzikir kepada Allah pada hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah), dianjurkan untuk memperbanyak membaca dzikir:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ(Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir)
Kalau bisa, dianjurkan untuk membaca sebanyak 1.000 kali.
Rasullah saw. bersabda, keutamaan amalan tersebut adalah mendapat pahala seperti membebaskan 1.000 budak (au kama qola).
8. Di hari Arofah juga dianjurkan untuk membaca surah Al Ikhlas sebanyak 1.000 kali. Fadhilah/ keutamannya adalah Allah akan memberikan apapun yang kita minta dan yang kita harapkan.
9. Memperbanyak doa, istighfar, dan permohonan ampun kepada Allah, terutama pada hari Arofah.
10. Di hari Idul Adha, dianjurkan membaca sebanyak 300 kali:
سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ (Subhanallah wa bihamdih)Barangsiapa membacanya, dan diniatkan/ dihadiahkan kepada anggota keluarganya yang telah meninggal, maka Allah akan memberikan 1.000 cahaya ke dalam kubur mereka, dan Allah juga memasukkan 1.000 cahaya yang akan menerangi alam kubur kita (si pembaca). Selain itu, amalan tersebut juga terhitung sebagai amalan birrul walidain (baktinya kita kepada orang tua, walaupun mereka telah wafat)..
Terakhir, ada satu ibadah yang jika kita lakukan, maka amalan-amalan ibadah yang telah disebutkan di atas tadi sudah dirangkum atau sudah termasuk di dalamnya.. Satu amalan tersebut adalah.....puasa..
Kenapa puasa? Karena ketika kita sedang berpuasa, maka kita seakan-akan mendapatkan semangat yang lebih untuk beramal dan beribadah, serta kita akan berusaha untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat.. Kita akan lebih merasa 'eman-eman' jika kita berpuasa namun tidak melakukan perbuatan baik dan meninggalkan laranganNya...
#NB:
- Dianjurkan berpuasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Jika belum mampu, maka dianjurkan untuk minimal berpuasa pada tanggal 1, 8, dan 9 Dzulhijjah; jika belum mampu, maka berpuasa pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.
- Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari raya Idul Adha), dan tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah (hari tasyrik) HARAM untuk berpuasa.
Ada satu pesan Ustadzah Niina,
Paksalah hawa nafsu kita untuk tunduk dan taat pada Allah. Upayakan agar amalan kita kali ini 'naik kelas', tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Buatlah suatu check list, tulis amalan apa saja yang ingin kita lakukan untuk menyambut salah satu bulan mulia ini..
(kurang lebih seperti itu). Allahu a'lam..
Tambahan,, ada 1 amalan juga yang dianjurkan oleh para guru kami, yaitu membaca dzikir Dzulhijjah berikut ini,
.
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ اللَّيَالِى وَالُّدُهُوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ الْأَيَّامِ وَالشُّهُوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ أَمْوَاجِ الْبُحُوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ أَضْعَافِ الْأُجُوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ قَطْرِ الْمَطَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ أَوْرَاقِ الشَّجَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ الشَّعْرِ وَالْوَبَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ الرَّمْلِ وَالْحَجَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ الزَّهْرِ وَالثِّمَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ أَنْفَاسِ الْبَشَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ ذُنُوْبِنَا حَتَّى تُغْفَرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ مَا كَانَ وَمَا يَكُوْنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ فِى اللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ فِى الصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ الرِّيَاحِ فِى الْبَرَارِيْ وَالصُّخُوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ عَدَدَ خَلْقِهِ أَجْمَعِيْنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا ﷲُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ
فِى كُلِّ لَحْظَةٍ أَبَدًا مِثْلَ ذَلِكَ كُلِّهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَاءَ نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
.
اَللٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَا اتَّصَلَتِ الْعُيُوْنُ بِالنَّظَرْ، وَتَزَخْرَفَتِ الْأَرَضُوْنَ بِالْمَطَرْ، وَحَجَّ حَاجٌّ وَاعْتَمَرْ، وَلَبَّى وَحَلَقَ وَنَحَرْ، وَطَافَ بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ وَقَبَّلَ الْحَجَرْ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ، فِى كُلِّ لَحْظَةٍ أَبَدًا مِثْلَ ذَلِكَ كُلِّهِ عَدَدَ خَلْقِكَ وَرِضَاءَ نَفْسِكَ وَزِنَةَ عَرْشِكَ وَمِدَادَ كَلِمَاتِك
Dibaca sebanyak 10x pagi dan 10x petang di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Allahu a'lam.
#NB: Jika ada yang menginginkan mp3 dzikirnya, silakan bisa mengakses ke telegram: t.me/awradyaumiyah
Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kepada kita rahmah, taufiq, hidayah, 'inayah Nya, sehingga kita digolongkan menjadi hamba yang bertaqwa, beruntung, diridhoi, dan dicintai oleh Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw.. fii khair wa luthf wa 'afiyah. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar