Persembahan untuk Para Pecinta Kopi

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.

Temen-temen di sini ada yang suka kopi nggak? Hhee..
    Kali ini, eln pengen share sedikit pembahasan mengenai perkopian yang eln dapat dari majelis Hadrah Sayyidah Khadijah Ra. yang disampaikan oleh Ustadzah Niina Al Munawwar. Sebagai intro, kita kenalan dulu sama kopi, dan asal muasal ditemukannya kopi..
    Dikisahkan, penemu kopi pertama kali ialah al Imam Abu Hasan asy Syadzili. Pada saat itu, Beliau ingin ber-uzlah, mendekatkan diri kepada Allah dan menyendiri dari manusia. Di perjalanan, Beliau tiba di suatu hutan, dan karena hutan diidentikkan dengan kehadiran hewan buas dan lain sebagainya, maka Imam Abu Hasan asy Syadzili naik ke atas sebuah pohon yang berbuah lebat dan banyak bijinya. Kemudian Imam Abu Hasan asy Syadzili memetik biji-bijian itu dan memakannya. Subhanallah, saat itu juga Beliau tidak merasakan kantuk ketika beribadah kepada Allah. Keesokan harinya, al Imam Abu Hasan asy Syadzili hendak melanjutkan perjalanan, Beliau membawa banyak biji kopi, dan setiap Beliau akan mengantuk, Beliau memakan/ mengunyah biji kopi tersebut. (Allahu a'lam, kurang lebih seperti itu)

    Kopi, kalau di dalam bahasa Arab disebut qohwah (قهوة), dan ternyata, masing-masing hurufnya memiliki makna tersendiri:
ق, dari kata القوت (Qut); artinya makanan. Kopi adalah sesuatu yang bisa dimakan.
ه, dari kata الهدى (Huda); artinya petunjuk. Jika kita meminumnya dengan rasa cinta yang benar kepada Allah, maka akan didapati petunjuk.
و, dari kata الودّ (Wudd); artinya, sesuatu yang dapat menumbuhkan cinta.
ة, dari kata هيام (Hiyam); yang artinya sesuatu yang dapat menghilangkan kantuk.
MasyaAllah.. Ajiiib yaaa..
    Nah, terus Ustadzah juga ajarin nih satu amalan, ketika kita ingin meminum kopi, maka pertama-tama kita baca Fatihah dan kita tujukan kepada dua ulama' salaf yang gemar meminum qohwah dalam rangka ketaatan kepada Allah, yaitu :
1. Syekh Ali Asy Syadzili (Imam Abu Hasan Asy Syadzili)
2. Syekh Abu Bakar bin Salim..
    Begitu pula, pada setiap acara Hadrah Sayyidah Khadijah RA.. Setelah pembacaan ayat Al Qur'an (wa ibadurrahman.... (surah Al Furqan ayat 63 hingga ayat ke 77)), sebelum masuk ke pembacaan qosidah Robbi saalak bi hurmah, kita biasanya akan membaca Fatihah bersama, kemudian disuguhi kopi bumbu..

Apakah yang disebut 'qohwah' hanya kopi hitam saja?
     Alhamdulillah, untuk pertanyaan ini, eln berkesempatan tanya ke Ustadzah Sofia Al Munawwar. Beliau menjawab, qohwah itu nggak dibatasi jenisnya, mau kopi item, kopi jahe, kopi mix, kopi sachet, kopi rempah, atau kopi apa aja terseraah.. Jadi, jenis apapun kopinya, kita tetap boleh bertawassul kepada Beliau yang sudah eln sebutkan di atas tadi.. Hehe.. Namun, jenis qohwah yang biasa diminum sama Syaikh-syaikh gitu biasanya jenis kopi item. Adapun kopi yang biasa kami minum di acara Hadrah Sayyidah Khadijah Ra. di rumah Ustadzah Sofia, itu adalah kopi bumbu, Ustadzah tawassul juga dengan acara hadroh yang pernah Beliau ikuti saat masih mondok di Darul Batul..
    Jangan lupa juga, setiap kita minum kopi, banyakin niat-niat yang baik, seperti; niat agar diberikan rasa semangat beribadah, agar tidak mengantuk saat beribadah, agar tambah semangat dalam melakukan kebaikan, istiqomah dalam kebaikan, dll.. dan gunakanlah waktu begadang kalian bersama kopi dengan hal-hal yang bermanfaat. Inget, kata bang Haji Roma Irama, "Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya.. Begadang boleh sajaa, kalau ada perlunyaa.." Hehee..

Oh iyaa, FYI, dulu saat di madrasah Kauman, Ustadzah Muna Al Munawwar pernah menjelaskan, ketika kita minum kopi, usahakan agar kita tidak menyakini dalam hati bahwa kopi itulah yang bisa menghilangkan rasa kantuk, misalnya; tidak mengatakan "aku kalo nggak ngopi pagi-pagi, nanti ngantuk..", atau "aku kalo nggak minum obat itu nanti nggak sembuh-sembuh".. Memang, Allah itu menciptakan kopi dengan beragam manfaatnya, namun Allah-lah yang berkehendak menjadikan kita ngantuk ataupun tidak, dan kopi hanya sebagai wasilah/ perantara.
Allahu a'lam..

Credit to: H.N



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut di Akhirat atau Memaafkan? (Edisi HBH 2025)

Cerita Random: Nostalgia Momen Lebaran

Berniat di Bulan Ramadhan