‘Seminar Spongebob’
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Allahumma shalli wasallim 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala aalih washohbih.
Kayfa haalukum? Bagaimana kabar kalian?? Sudah lama yaaa aku nggak ‘muncul’ di Blog, huhuhu… Aku merasa jadi anak sibuk, ya, sibuk… Musti ngurusin acara ini itu, belajar aja jadi tak ada waktu, apalagi nulis artikel-,- huhuhu… Tapi, kali ini aku sempatin waktu buat nulis artikel, hehe. :D Maaf kalo memang artikel ini tak sebagus penulis lain, jadi mohon kritik dan saran yaaa di kolom komentar di bagian bawah artikel ini, Suwun… :D
Di bawah adalah ceritaku mengikuti ‘Seminar Spongebob’ di Kota Yogyakarta. Kenapa aku bilang ‘Spongebob’?? Karena sebenarnya seminar ini adalah seminar tentang Peningkatan Mutu Penulisan Esai. Nah, karena saya terinspirasi oleh kartun Spongebob yang pernah menceritakan tentang bagaimana Spongebob menulis Esai tentang ‘Apa-apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Lampu Lalu Lintas Sedang Merah’, jadi aku kasih judul ini ‘Seminar Spongebob’ alias ‘Seminar Penulisan Esai’. #apadeh, nggak jelas, wwkkwk.
Rabu, 27 Agustus 2014
Saat pelajaran pak Tris (pelajaran Biologi), pelajaran ke-1, Dita dan aku dipanggil bu Padmi (Guru Bahasa Indonesia) untuk mewakili sekolah kami (SMAPA) ikut Pelatihan Penulisan Esai di Yogyakarta. Aku langsung panik kan… “Esai kui koyok piye jal? Aku nggak pernah nulis esai, bahkan esai aja aku nggak tau artinya… haha”.
Nah, awalnya sih bu Padmi ngendikan hari ini juga disuruh berangkat ke Jogja, serius._.v?? Mendadak banget yah… Tapi ternyata nggak jadi hari ini, tapi “BESOK”!!! Iya, besok… Aku sih mbatin, “Lah, males banget… Mending ikut pelajaran.”, serius, awalnya aku mbatin gitu._.v *biasalah, kaum mendang mending wkwkwk. Tapi, ya sudahlah, semua perkataan Beliau cuma aku ‘iya-in’.. Maafkan saya, Buu… Karena saya bingung aja musti jawab gimana… Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Bersyukurlah atas segala keadaan.
Setelah pelajaran ke-2, Dita dan aku jadi sering keluar kelas untuk mengurus surat izin keluar sekolah untuk mempersiapkan esai yang akan dikirim via e-mail ke panitia pelatihan. Aku bingung banget, serius… Sampai-sampai mbak Febri, kakak kelasku bilang kalau aku jarang terlihat akhir-akhir ini. Maaf…
Malamnya, aku masih ada ‘perasaan’ “mending ikut pelajaran daripada musti ikut seminar macam itu…” Hehe. Terus aku cerita ke mas (read: kakak) ku, dan mas bilang, “Yaudah to ikut aja, kan kamu di sana nggak cuma main-main/ liburan to… di sana kamu juga bisa dapet temen banyak, bisa dapet ilmu, tambah pengalaman.” Ehhh… iya, iya… -_- Terus aku juga sempat tanya ke chairmate ku, namanya Punti. Dia juga bilang, “Nggak papa, ikut aja llenn… Bisa nambah ilmu gitu… Aku aja pengen ikutt…” Akhirnya, dari 2 pendapat itu, aku mulai ada semangat buat ikut seminarnya…hehe. Makasih yaaaa…
Kamis, 28 Agustus 2014
Pagi ini, Dita dan aku masih ikut pelajaran sampai jam bu Badroh (yaitu jam pelajaran Pendidikan Agama Islam) di jam ke-2. Setelah itu, langsung prepare berangkat ke Jogja. Kita berangkat pakai baju OSIS. Banyak teman-temanku yang pengen ikut seminar kayak gini, harusnya aku semangat dan bersyukur dong dapat kesempatan buat ikut seminar. Hehe. Semangaaaaatttt Ellen!!! Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Hitung-hitung buat belajar nulis juga, soalnya aku suka nulis, hehe.
Sekitar pukul 10.00 WIB., Bu Padmi, Dita, dan aku diantar sampai depan ADA Setiabudi untuk cari bus menuju Yogyakarta. Setelah itu, kami taruh tas kami di bagasi bus, dan naik ke dalam bus.
“Perjalanan ini… Terasa sangat menyedihkan *karena meninggalkan pelajaran begitu saja..heheh*… ” *Ceritanya nyanyi #apadeh, candaaa x'D Sedih banget ninggalin teman sebangku ku selama 3 hari.. :(
Aku mulai senang dan bersyukur di dalam perjalanan menuju Yogyakarta ini… Bismillah… Semoga banyak pelajaran yang bisa aku dapatkan selama pelatihan ini… aamiin.
Kami naik bus sampai terminal di Jogja *jujur aja, aku lupa nama terminalnya*, dan setelah itu, kami pesan taksi untuk diantar ke Hotel yang tertulis di surat undangan seminar itu. Hotel yang berada di jalan Mangkubumi, tempat kami akan menginap.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kami tiba di Hotel. Kami dihampiri oleh mas Lukman, panitia penyelenggara seminar. Beliau bilang, kami disuruh langsung ke lantai-2 untuk makan siang dan mengurus administrasi. Setelah itu kami dikasih kartu sebagai kunci masuk ke kamar hotel, kami dapat kamar nomer 603, di lantai 6. Sebelumnya, aku sempat berkenalan dengan salah satu anak MAN 1 Jogja, namanya Della. Orangnya imut deh, kayak Jenny teman seangkatan kami di Smapa ^_^.
Di dalam kamar, kami langsung istirahat dan melihat ke sekeliling kamar, *ceritanya kita lagi room tour gitu, haha. Di sana enaaakkk banget… wkwkw._.v Tempat yang paling aku suka itu di depan jendela, serius. Pemandangannya mengarah langsung ke jalan *apanya yang bagus coba?-,-*, enggaakkk… serius deh, bisa lihat sunset di jendela, bagus lah pokoknya. :D
Pukul 19.00 WIB, kami makan malam di lantai 2 menggunakan baju seragam OSIS. Selesai makan, kami menuju ke tempat duduk yang sudah disediakan panitia di dekat tempat kami makan untuk mengikuti acara pembukaan. Dita dan aku juga berkenalan dengan 2 orang dari SMA di Jogja (aku lupa nama sekolahnya-,-), mereka adalah Diah dan Adiah. Namanya hampir mirip sih, mereka juga sama-sama lucuuu x'D.
Acara pembukaan itu terdiri dari: Laporan Ketua Panitia, dan Sambutan Kepala Puslitbang Kebudayaan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pembukaan selesai kira-kira pukul 19.45 WIB, dan dilanjutkan dengan acara Perkenalan Peserta dan Cerita Pengalaman Finalis/ Pemenang Lomba Esai 2013 dan 2014. Bagian yang paling aku suka yaitu sesi pertanyaan, dan cerita finalis/ pemenang. Ternyata, menulis esai itu bisa dari hal yang dekat dengan kita, yang pernah kita alami. Keren banget deh. Banyak kata-kata bagus yang aku dapatkan dari mereka dan aku tulis di note handphone-ku (karena aku nggak bawa buku catatan, huhuhu), diantaranya;
- Menulis itu untuk menciptakan keabadian,
- Sesuatu akan terasa sulit kalau gak pernah dilakukan,
- “Verba Volant, Scripta Manent ”, yang artinya “Yang terucap akan terbang bersama angin, yang tertulis abadi.”,
- Manusia bagai secarik kertas putih, dan dengan menulis, kita mengisi kertas putih itu, dan
- Cara mendapatkan ide: banyak membaca buku dan membaca keadaan.
Sippp deh ;)
Sesi perkenalan dan cerita finalis dan pemenang selesai kira-kira pukul 21.00 WIB., kami diberi kaos dan buku panduan materi untuk besok, dan kini waktunya istirahat!!! Oyasuminasai!!! ;)
Jumat, 29 Agustus 2014
Paginya, sekitar pukul 06.00 WIB, kami turun ke lantai 2 untuk sarapan, dilanjutkan materi oleh pak Tarli Nugroho tentang “Apa dan Bagaimana Menulis Esai” di ruang materi. Aku sempat berkenalan dengan 2 orang teman baru (hehe), namanya Tasya dan Restu, dari SMA di Gunung Kidul. Kami juga sering tanya gitu satu sama lain, “Jogja itu gimana sih, Sekolah di Gunung Kidul gimana keadaannya? dll”. Mereka juga suka tanya, “Di Semarang ada kumpulan anak-anak gitu nggak? Pernah ke Ambarawa? dll”. Yaaa, seru banget berbagi cerita gitu sama teman baru. Seruu!! x'D
Bagus deh materi yang disampaikan oleh pak Tarli.
“No thingking, that comes later. You must write your first draft with your heart. You rewrite with your head. The first key to writing is…to write, not to think.”
Masya Allah, hheheh. Itu dia kuncinya dalam menulis, terutama esai itu sendiri. Ada juga kata-kata bagus dari pak Tarli,
“Ukuran kekuatan pada esai itu bukan dari kedalaman pemahaman, tapi pada sudut pandang pengarang.”
Jadi, dalam menulis esai, tak perlulah kita tentukan topik yang berat, yang kita sendiri nggak tau seluk beluk topik itu. Carilah topik yang ada di sekitar kita, yang pernah kita alami sendiri, dan yang pasti kita punya pandangan luas tentang topik itu.
Dari tadi kayaknya aku ngomongin ‘esai’ terus, tapi kalian mungkin ada yang bertanya-tanya, apa sih sebenernya arti ‘esai’ yang dari tadi aku bicarakan. Hehe. Esai itu adalah tulisan pendek (maksimal 5 halaman, menurut pak Tarli), dan isinya ringan. Jadi intinya, esai itu tulisan yang dibuat berdasarkan sudut pandang kita sebagai penulis esai. Nah, sekarang dah mudeng kan?? hehe._.v Sippp deh kalo dah mudeng. ;)
Pak Tarli juga kasih kata-kata bagus, “Tulislah apa yang ingin kita tulis, bukan menulis apa yang harus kita tulis.” Ya,,, kata-kata itu sekarang aku terapkan saat menulis cerita pengalaman ikut pelatihan menulis ini. Aku menulis kata-kata yang ingin aku tulis, kemudian aku edit setelah tulisan ini jadi. :D Terima kasih banyak pak Tarli ^_^. Untuk materi pak Tarli secara lengkapnya, lihat aja di buku. Wkwkwk :p
Setelah itu, dilanjutkan istirahat untuk sholat Jumat (buat para ikhwan), sholat Dzuhur (buat para akhwat), dan have a lunch. :D Itadakimasu!! Selamat makan!! Selepas makan, dilanjutkan materi yang ke-2 oleh pak Khidir Marsanto, seorang Antropologi Budaya, UGM.
Pak Khidir menceritakan banyak hal tentang Kajian Pustaka dan Hindari Plagiarism. Kalau ada yang ingin tahu caranya, tanya aja ke aku, nanti aku pinjamkan buku materinya. Hehe, daripada aku kasih tau “kuncinya” di sini. Jadi nggak surprise dong._.v Intinya adalah kita harus jujur dalam menulis, nggak korupsi intelektual.
Kemudian ada coffee break, dan dilanjutkan materi oleh pak Zen RS. Tapi pak Zen lagi dalam perjalanan ke Jogja. Jadi, materi ke-3 dimundurkan sampai jam 19.00 WIB. Kita diizinkan untuk istirahat dulu, boleh juga kalau mau jalan-jalan. Dita dan aku sebenernya pengen sih jalan-jalan ke luar gitu, ke Keraton, dll., tapi waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB. Ya sudah, kami urungkan niat buat ke luar. huhuhuuu…
Pukul 19.00 WIB, kami makan malam dulu, setelah itu materi oleh pak Zen RS, seorang esais. Materi ke-3 ini juga bagussss banget. Tentang “Menulislah, Lalu Terbitkan.”. Ya, terbitkan, entah itu dikirimkan ke penerbit, dikirimkan ke majalah, koran, notes Facebook, ke Blog, dll. Kita akan berkembang kalau tulisan kita dibaca banyak orang. Karena, 'kan banyak orang yang hobby-nya mengkritik, tapi dengan di kritik justru membuat kita semakin berkembang loh. Terus, cara dasar yang bisa dilakukan supaya kita dapat mengungkapkan pikiran kita adalah dengan menulis catatan harian, semacam diary gitu. Sebenarnya anak muda seperti kita itu punya kreativitas tinggi. Selain itu, kemampuan & pikiran kita sedang berkembang, maka jangan sia-siakan pengalaman yang kita dapat setiap harinya.
Terima kasih buat semua materinya ^_^. Saatnya tidur,,, Oyasumiii!!! :3
Sabtu, 30 Agustus 2014.
Ciyeee hari terakhir di Jogja ciyeee… wkwkkw. Pagi ini kita sarapan pagi lagi. Kira-kira jam 08.00 WIB., kami masuk ke ruang materi kemarin dan mendiskusikan hasil pelatihan, memberikan kritik dan saran selama acara berlangsung. Setelah itu penutupan dan penyelesaian administrasi. Alhamdulillah… :D Selama 3 hari di Jogja bersama untuk acara seminar ini, banyak banget pengalaman, banyak teman baru dan banyak ilmu baru yang kita dapat.
Sesi terakhir adalah foto-foto, hehehe. :D Alhamdulillah, dapat sertifikat juga, dll. :D Setelah foto-foto, kami harus berkemas dan check out… Btw, karena bu Padmi pulang sama anaknya, jadi Dita dan aku pulang naik travel bareng anak SMAGA dan gurunya. Kami juga kenalan sama mereka, namanya Ilham dan Fahmi. Mereka juga kelas 2 sama kayak Dita dan aku.
Seruuu banget. Terima kasih semuanyaaa. Semoga ilmunya bermanfaat, semoga kita dapat bertemu lagi di lain kesempatan. Aamiin. ^_^.
Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
-Ellenia Annisa-
Komentar
Posting Komentar